Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kenapa Membunuh Menjadi Mudah?

Kenapa Membunuh Menjadi Mudah?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (Flickr / Virtua TravelR)
Ilustrasi (Flickr / Virtua TravelR)

dakwatuna.comKetika Allah ingin menciptakan manusia menjadi khalifah di muka bumi, malaikat hadir membeberkan komentar mereka. Dicatat dalam surah Al-Baqarah ayat ketiga puluh, mereka berkata, “…(Ya Allah), Apakah Engkau akan menjadikan di dalamnya (manusia) yang akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah? Sedangkan kami selalu bertasbih mensucikan-Mu?…”

Satu pertanyaan saja untuk kita renungkan dalam tulisan ini, adakah keraguan malaikat itu telah terbukti?

Saudaraku, saya sendiri ketakutan menjawabnya. Andai jawabannya adalah “ya”, saya khawatir akan apa yang akan terjadi kemudian. Bila jawabannya adalah “tidak”, saya khawatir apakah itu memang benar jawabannya atau hanya pengingkaran terhadap kenyataan.

Kerusakan sudah selalu terjadi di mana-mana. Bahkan, seolah manusia berbuat kerusakan tanpa sadar. Apa misalnya? Menipisnya ozon sebab polusi yang tak terhentikan, banjir-banjir terjadi sebab tumpukan sampah, dan lain sebagainya.

Satu lagi hal yang ditakuti malaikat adalah pertumpahan darah. Bagaimana dengan ini?

Lagi-lagi saya harus khawatir dan merinding. Mata kita telah menyaksikan, telinga sudah mendengarkan, ada begitu banyak berita pembunuhan di mana-mana. Mirisnya lagi, sering sebabnya adalah hal sepele. Tidak masuk akal bagi orang sehat. Namun, nyatanya itulah yang terjadi.

Ayuhai, bagaimana ini?

Saya rasa tidak ada cara yang lebih baik dibanding mendekat pada Allah dan takut pada-Nya. Dalam Al-Quran ditegaskan bahwa harta dan darah seorang muslim dijaga dalam perlindungan Allah. Haram untuk merenggutnya secara bathil. Sesiapa yang bermaksud merenggut sesuatu yang berada di bawah perlindungan Allah pastilah akan berhadapan dengan Allah. Di sisi Allah ada siksa yang amat perih.

Begitulah Allah Mahaadil. Allah akan membersamai orang-orang yang saling mencintai karena-Nya. Allah juga akan membenci dan menyiksa orang yang menciderai hak sesama.

Satu lagi peringatan dalam Al-Quran, sesiapa yang membunuh seseorang secara bathil, maka ia sama dengan membunuh manusia semuanya. Dosanya teramat besar. Murka Allah bagi si pelaku akan sangat berat. Siksa baginya tak terperikan.

Saudaraku, sungguh, amat memilukan apabila pertumpahan darah harus terjadi hanya sebab kecemburuan. Seperti kasus yang terjadi antara kedua anak Nabi Adam dahulu. Sungguh, Allah akan sangat benci pada siapa saja yang melakukannya.

Rasanya, perlu sanksi yang tegas untuk menghalangi terjadinya hal seperti ini. Penjara tak cukup membuat jera. Nyawa harus dibalas dengan nyawa. Darah haruslah dibalas dengan darah. Coba kita bayangkan bagaimana dalamnya luka yang tergores di hati keluarga si korban.., memilukan, bukan? Belum lagi kalau ternyata di korban adalah tulang punggung keluarga. Itu artinya si pelaku tidak hanya membunuh satu orang, dia juga telah berusaha membunuh harapan banyak orang. Maka, apakah hukuman yang pantas?

Hukum yang digariskan oleh Allah pasti akan berdampak pada banyak hal. Tidak hanya bagi si pelaku, tapi juga bagi yang menyaksikan. Sehingga dengan menyaksikan beratnya hukuman saja, niat untuk melakukan menjadi pudar dan sirna.

Ya…, apa gunanya berbuat, bila akhirnya harus merasakan juga?

Bagi anak-anak dan remaja yang emosinya masih labil, orangtua punya tanggung jawab. Ingatlah, kelak Allah akan mempertanyakan tanggung jawab orangtua. Satu dosa yang diperbuat oleh anak sebab tidak adanya didikan orangtua akan menghasilkan satu dosa bagi orangtua. Nah, bagaimana dengan dosa besar ini? Sungguh mengerikan! Sungguh mengerikan! Sungguh mengerikan!

Di sekolah atau di lembaga mana pun, pemahaman moral dan spiritual harus diperdalam. Sebab keduanya saja yang bisa menjadi penjaga hati. Sedangkan hati yang terjaga akan menghasilkan perilaku yang terjaga.

Ya Allah,
Bantulah kami menyelamatkan diri kami,
menyelamatkan keluarga kami,
dari kerusakan dan kehancuran.

Ya Allah,
lindungilah kami di bawah rahmat-Mu,
hindarkanlah kami dari berniat jahat terhadap orang lain,
hindarkanlah kami dari niat jahat orang lain.
Aamiin

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mhd Rois Almaududy
Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan USU. Ketua Al-Fatih Club. Murid. Penulis. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan; Istimewa di Usia Muda, Beginilah sang Pemenang Meraih Sukses, Cahaya Untuk Persahabatan, dan lain-lain

Lihat Juga

Membunuh Kebisuan