Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Mencetak Cendekiawan Muslim Melalui Dakwah Ilmy

Mencetak Cendekiawan Muslim Melalui Dakwah Ilmy

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: inet)
Ilustrasi. (Foto: inet)

dakwatuna.comDari kampus untuk Indonesia. Peradaban sebuah bangsa adalah lahan garapan yang harus diusung bersama. Setiap elemen bangsa memiliki peran strategis masing-masing, tak terkecuali kampus sebagai institusi peretas cendekiawan muda. Salah satu parameter keberhasilan kampus meretas cendekiawan muda dapat dilihat dari sejauh mana peranan kampus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

Pergerakan mahasiswa sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pengembangan sumber daya manusia memiliki peran strategis sebagai kawah candra di muka pembentukan kader-kader pemimpin masa depan. Tren pergerakan mahasiswa hari ini mulai bergeser dari aksi jalanan menuju ranah pengembangan keilmuan. Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda untuk mulai berpikir bagaimana mengambil posisi sebagai problem solver bukan lagi hanya sebagai penuntut perubahan.

Organisasi kemahasiswaan hari ini dituntut kerja keras menciptakan kader-kader cendekiawan muda yang memiliki pemahaman tentang kontribusi nyata baik selama berproses di kampus maupun pasca kampus. Dampaknya kegiatan-kegiatan organisasi kemahasiswaan kemudian bergeser ke ranah akademik, profesi, dan keilmiahan, hingga pada akhirnya bermuara pada kontribusi nyata dalam menyikapi permasalahan bangsa yang berlandaskan keilmuan yang dimiliki.

Semakin berkembangnya organisasi kemahasiswaan di ranah pengembangan keilmuan harusnya diimbangi dengan lahirnya cendekiawan-cendekiawan muslim dari kampus yang nantinya siap berkontribusi pasca kampus sebagai akademisi, ilmuwan, maupun sebagi profesional.

Untuk menjawab tantangan tersebut maka lahirlah dakwah ilmy sebagai salah satu sarana mencetak kader-kader pemimpin solutif di masa yang akan datang. Hadirnya dakwah ilmy di kampus menghadirkan warna tersendiri, sekaligus melengkapi ranah siyasi (politik) dan dakwi (keagamaan) yang terlahir lebih dahulu.

Meretas Cendekiawan Muslim

Dari Kampus Untuk Indonesia. Dakwah ilmy di kampus seharusnya tak dimaknai sebagai penempatan orang-orang yang dianggap sudah paham pada islam ke lini-lini strategis pengembangan keilmuan yang ada di kampus. Dakwah ilmy lebih berorientasi pada semangat mengusung kerja-kerja peradaban dari para calon cendekiawan muslim sesuai dengan keilmuan masing-masing, dan mengkolaborasikan ilmu yang dimiliki.

Dengan begitu, pada hakikatnya dakwah ilmy lebih pada penyiapan kader-kader pemimpin masa depan baik sebagai profesional, akademisi, maupun ilmuwan yang tidak hanya paham dengan keilmuan, namun juga memiliki dasar pemahaman agama yang baik. Hingga pada akhirnya para kader yang dibentuk akan menginspirasi setiap orang dengan karya yang dimiliki, sekaligus menunjukkan diri sebagai profil muslim ideal, profil seorang cendekiawan muslim sebagai cahaya-cahaya islam yang bertebaran di muka bumi.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Agus Suroso
Mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Teknik Sipil UNS, kontributor artikel di beberapa website, senang dengan kepemimpinan, pengabdian masyarakat, dan kepenulisan. Menulis adalah investasi inspiratif masa depan.

Lihat Juga

Innalillahi, KH Ruslan Effendi Meninggal Dunia