Home / Berita / Internasional / Asia / Malaysia: Dua Pemegang Paspor Palsu Tak Masuk Daftar Interpol

Malaysia: Dua Pemegang Paspor Palsu Tak Masuk Daftar Interpol

Dua pria yang di duga menggunakan paspor palsu pada penerbangan Malaysia Air MH370 - Foto: (REUTERS/Malaysian Police)
Dua pria yang di duga menggunakan paspor palsu pada penerbangan Malaysia Air MH370 – Foto: (REUTERS/Malaysian Police)

dakwatuna.com – Malaysia.  Menteri Dalam Negeri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mengungkap penyebab dua pemegang paspor palsu bisa lolos proses imigrasi di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Ahmad mengatakan bahwa kedua pria Iran itu, tidak masuk dalam daftar tersangka yang patut dicurigai oleh interpol.

Dilansir laman The Malaysia Insider, Selasa 11 Maret 2014, di Kajang, Ahmad mengaku sangat percaya dengan kemampuan petugas imigrasi di titik pengecekan sebelum raibnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370.

“Apabila interpol telah menandai kedua pelaku masuk dalam daftar tersangka (SL), maka bagian imigrasi di seluruh dunia akan mengetahui hal tersebut,” kata dia.

Sebelumnya, identitas kedua pemegang paspor palsu telah berhasil diketahui oleh Kepolisian Malaysia. Menurut Inspektur Jenderal Polisi, Tan Sri Khalid Abu Bakar, keduanya diidentifikasi bernama Pouria Nour Mohammad Mehrdad dan Delavar Seyed Mohammad Reza.

Delavar diketahui menggunakan paspor milik warga Italia, Luigi Maraldi, sedangkan Pouria menggunakan paspor warga Austria, Christian Kozel. Keduanya disebut polisi tidak memiliki motif ingin melakukan tindak teror, melainkan terbang ke Eropa sebagai pencari suaka.

Hal itu terbukti, lantaran ibunda Pouria telah menunggu sang putra di Frankfurt, Jerman.

“Ibunya sudah tahu dia bepergian dengan menggunakan paspor curian,” ungkap perwakilan polisi Negeri Jiran. Paspor milik kedua warga Eropa itu dilaporkan hilang di Thailand pada 2012 dan 2013.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Interpol, Ronald K Noble, dalam jumpa pers yang digelar di Lyon, Prancis, mengatakan kedua pria tersebut menggunakan paspor Iran untuk dapat masuk ke Malaysia. Kemudian, mereka mengganti paspor menggunakan dokumen perjalanan milik warga Austria dan Italia.

Memasuki hari kelima, belum ditemukan titik terang lokasi keberadaan pesawat jenis Boeing 777-200 ER yang mengangkut 227 penumpang dan 12 kru itu. Pesawat dinyatakan hilang pada Sabtu, 8 Maret 2014, pukul 00:41 waktu setempat saat tengah mengudara ke Beijing.

Saat ditanya pendapatnya soal begitu banyak laporan negatif oleh media China terkait cara Pemerintah Malaysia menangani hilangnya pesawat, salah satu Menteri Negeri Jiran menyebut keluarga korban asal Tiongkok harus lebih bersabar.

Pemerintah Malaysia, ungkap Menteri itu, tengah berupaya yang terbaik demi bisa mengungkap keberadaan pesawat Malaysia Airlines. (one/viva/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Nabi Palsu di Mesir: Piramid Adalah Tempat Turunnya Wahyu Agama-agama Langit