Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Berjuang dengan Menulis

Berjuang dengan Menulis

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Menulis bukanlah hal yang saya gemari, ketimbang menulis saya lebih suka menggambar. Sejak kecil, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), setiap waktu saya lalui dengan menggambar hal-hal yang saya inginkan, yang ada di alam imajinasi. Tetapi, yang saya ketahui ternyata penulis-penulis yang melahirkan karya-karya emas, karya monumental bukanlah orang yang terlahir dengan bakat menulis. Mereka adalah kebanyakan orang-orang yang menjadikan usaha untuk menulis sebagai perjuangan, perjuangan untuk menyebarkan kebenaran. Menulis adalah sesuatu yang harus terus di asa, sehingga menjadi kebiasaan yang dapat menuangkan isi pikiran kita ke dalam secarik kertas atau dokumen (.doc).

Saat ini saya sedang berusaha untuk mencoba menulis apa yang ingin saya tulis. Mulai dari hal yang saya alami sendiri, informasi, ilmu pengetahuan, opini saya pribadi, dsb. Yang saya harapkan dari perjuangan saya untuk menulis ini dapat memotivasi diri saya pribadi, dan ke depannya saya berharap dari tulisan-tulisan yang saya buat, akan membuat orang lain termotivasi juga. Yang tentu saja untuk kebaikan, amar ma’ruf nahi munkar. Seorang ulama ternama dari Mesir, Asy-Syahid Sayyid Quthb rahimahullah pernah mengalami ujian dalam menulis, ketika itu dia di hadapkan pilihan untuk terus menulis atau total dalam berjihad membantu saudara-saudara kita di Palestina. Karena dia berpikir apa gunanya tulisan-tulisannya ini, ketimbang berusaha untuk kemerdekaan Palestina. Tetapi Sayyid Quthb tetap melanjutkan untuk menulis. Dan yang kita rasakan saat ini, walaupun ia sudah wafat tetapi tulisannya tetap menginspirasi banyak orang, mengembalikan ruh jihad banyak orang untuk terus berjuang demi kejayaan islam.

“Experience is the best teacher”, itu adalah salah satu pepatah yang ada di buku tulis saya waktu masih duduk di bangku sekolah. Ya.. memang benar, jika belum mencoba kita tidak akan tahu rasanya, bahkan seorang motivator mengatakan.. orang paling gagal bukanlah orang yang banyak mengalami kegagalan tetapi adalah orang yang tidak berani berbuat, tidak berani bertindak, karena dia sudah takut gagal.

Mari berjuang!, dengan menulis kita sampaikan kebenaran, suarakan keadilan..

Allahu Akbar!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abu Hasan
Ayah dari Sholahuddin Hasan, bekerja sebagai tenaga kependidikan di salah satu PTN. Juga terdaftar sebagai Mahasiswa jurusan Sistem Komputer yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Motto hidup, Apapun yang terjadi padaku adalah yang terbaik dari Allah bagiku.

Lihat Juga

Ilustrasi. (tammymasterkey.wordpress.com)

Menulis dan Tanggung Jawab Ilmu