Home / Berita / Opini / Hanya Melihat PKS dari Sisi Negatif

Hanya Melihat PKS dari Sisi Negatif

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

dakwatuna.com Bismillah…

“Seorang mukmin yang bergaul dan sabar terhadap gangguan orang, lebih besar pahalanya dari yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar dalam menghadapi gangguan mereka” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Lama-lama jadi geram sendiri melihat berita di televisi, di media sosial maupun berbincangan orang awam di warung-warung kopi. Seakan-akan mereka benar-benar tahu permasalahan yang terjadi dengan PKS, seakan-akan mereka orang yang sangat paham sekali dengan perpolitikan, jangan-jangan ada unsur kepentingan atau hanya sok-sok ingin meramaikan menebar desas-desus agar masyarakat yang simpati dengan PKS ikut menghujat serta ikut serta bergaung untuk membubarkan PKS atau bertujuan mengejutkan nyali kader PKS dan keluar dari jamaah. Sayang seribu Euruo karena teriakkan hanya pepesan kosong saja karena kader dan simpatisan PKS tetap berkarya seperti tagline yang digaungkan PKS “Apapun Yang Terjadi Kami Melayani” meskipun sepi dan tidak pernah dipublikasikan oleh media yang dikuasai oleh partai-partai serta mereka tetap bekerja dengan cinta.

Biarlah para haters gemar-gembor melihat sisi negatif saja karena Allah SWT mengingatkan kepada kita dalam firman-Nya surat At-Taubah ayat 105,

“Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.

Jika boleh jujur mereka yang pernah bersentuhan, mereka pernah merasakan pelayanan PKS, mereka yang pernah berteman yang sekarang sudah berpindah ke lain hati akan jujur mengatakan PKS itu lebih banyak positif dari negatifnya, banyak mengajak mereka untuk mengenal siapa Tuhan, Nabi, Rasul mereka dan bagaimana menjadi manusia bermanfaat bagi lingkungan. Hanya saja haters tetap menggunakan kecamatan negatif terhadap PKS disebabkan korupsi yang dilakukan oleh satu oknum, itu kasusnya juga tidak jelas. Sehingga mereka berani mengatakan PKS tidak ada beda dengan partai lainnya.

Wahai bos haters, sebenarnya kaliannya maunya apa!? Menginginkan PKS dibubarkan, sorry bin maaf. Belum bisa memenuhi keinginan kalian karena membubarkan bukan solusi itu hanya membunuh kreativitas anak muda untuk bekerja, beramal, mengubah bangsa dan kami akan terus memperbaiki daerah-daerah yang bocor tersebut.  Sebenarnya kalian sudah disogoki apa oleh mereka yang anti islam! Apakah kalian sudah disuguhi jabatan pretisius atau kalian sudah diberi fasilitas wooww oleh haters atau dibayar berjuta-juta. Hati-hati dengan hawa nafsu negatif kalian!!

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (Al Jaatsiyah: 45).

“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”. (QS. Shaad: 38).

Sebenarnya kalian itu bersaudara orang islam atau bersaudara dengan antek-antek asing! Kok segitu gelapnya mata dan hati kalian sehingga tertampak hanya sisi negatif.

Coba sekali-kali kalian lihatlah sisi positif, mana tahu statement positif kalian bisa membuat PKS semakin gigih melayani, semakin cemerlang menunjuk performancenya. Meskipun tanpa statement positif dari haters,  PKS sudah menunjukkan kinerja yang sesuai standar agama maupun dunia yang terus diperbaiki dan evaluasi. Lihat saja di sekitar di tengah masyarakat para kader PKS mengisi kajian ibu-ibu, menggerakkan ekonomi perdesaan, melayani ketika bencana, membangun organisasi remaja masjid, memotivasi para anak muda jauh dari narkoba dan sebagainya. Hingga berbagai lapisan masyarakat bisa merasakan kinerja, keharmonisan serta cinta dari PKS. Coba sekali-kali buka mata hati untuk melihat kebenaran sesungguhnya, dan jangan pergunakan kecerdasan hanya untuk melihat sisi negatif saja.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar
  • paidjo

    setuju mbak, kader2 PKS secara keseluruhan lebih bermanfaat jika dibandingkan partai2 yg lain, tapi mungkin kita harus intropeksi diri lagi, untuk apakah kita berbuat? Lillahi ta’ala alau li ‘pemilu’.. kalau Lillah pasti tidak ada rasa kecewa sedikitpun
    coba kita renungkan surat an-Nasr, mengapa ketika pertolongan Allah datang justru kita disuruh istighfar dan di akhir surat ditekankan lagi ‘sesungguhnya Dia maha penerima taubat’??

  • Abdullah Hasny

    SAYA HANYA INGIN SHARING SAJA, INI PENTING BUAT PKS KEDEPAN, KALIAN HARUS INGAT BAHWA ISLAM INI SANGAT BANYAK ALIRAN DAN GURU2NYA, SEHINGGA JANGNLAH SALING MENGKAFIRKAN SATU SAMA LAIN, APABILA ADA ORANG ISLAM YANG SANGAT MENCINTAI NABI DENGAN TULUS DAN IKHLAS YAITU DENGAN CARA MENGADAKAN ACARA MAULID NABI BESAR2AN DENGAN HARTANYA SENDIRI, TO;ONG JANGAN DIBILANG BID’AH, KARENA KALIAN TIDAK TAHU APA ITU BID’AH, KALAU MEMANG BID’AH ITU SESUATU YANG TIDAK ADA PADA NABI DIBILANG BID’AH, MAKA KEBERADAAN PKS ADALAH BID’AH

  • Abdullah Hasny

    JANGAN SUKA MENGKAFIRKAN ORANG YANG BACA MAULID NABI, BACA RATIB ALHADDAD, BACA TAHLIL BUAT KELAURGA YANG MENINGGAL, BACA YASIN MALAM JUM’AT, BACA DZIKIR SETELAH SOLAT, BACA QUNUT PADA WAKTU SOLAT SUBUH DAN SAKHIR SOLAT WITIR, SEMUA ITU DILAKUKAN KARENA ADA DASARNYA DAN AJARANNYA, JANGAN SUKA MENGECILKAN IMAM SYAFI.I, JANGAN SUKAN MENGCILKAN PARA ULAMA . HABAIB YANG SUDAH DULUAN MENGAJAR DI INDONESIA

Lihat Juga

(kiri ke kanan): Anies Baswedan, Prabowo Subianto, M Sohibul Iman, Sandiaga S. Uno. (detik)

Anies-Sandi Dinilai Memiliki Integritas yang Sangat Baik