Home / Berita / Opini / Benci Korupsi tapi Tetap Memilih dan Membela Partai Korup

Benci Korupsi tapi Tetap Memilih dan Membela Partai Korup

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Grafik Partai terlibat korupsi. (Foto: twitter.com/KPKWatch_RI)
Grafik Partai terlibat korupsi. (Foto: twitter.com/KPKWatch_RI)

dakwatuna.com – Bismillah…

Teramat sering kita mendengar masyarakat yang mengatakan benci dan tidak suka dengan korupsi tapi perkataan mereka tidak sesuai dengan tindakan karena dalam kehidupan sehari-hari mereka tetap atau masih membela mati-matian bahkan hari-hari mereka sibuk membela partai yang terkorupsi dengan berbagai cara, mereka begitu percaya diri menggunakan kostum partai terkorupsi di ranah publik, lebih gregetan lagi mereka dengan lantang mengatakan partai diusung adalah paling bersih padahal menurut KPK Watch_RI yang memaparkan data bahwa partai paling terkorup dari 2002-2014 seperti grafik di bawah, tapi sayang masyarakat belum mengetahui data valid tersebut.

Bagi kita yang sudah mengetahui data tersebut, ada baik menyebar data ke berbagai kalangan masyarakat agar pemilih tidak salah coblos atau salah mengusung caleg yang akan membawa Indonesia lebih maju, benar-benar mewakili aspirasi masyarakat, dan lucunya partai yang paling minim melakukan korupsi digembar-gembor habis oleh media serta masyarakat. Sedangkan partai terkorupsi tidak pernah dibedah oleh media, walaupun ada ditayangkan itu pun yang bagus-bagusnya saja. Dapat disimpulkan bahwa media tidak netral, secara media juga dikuasai oleh partai terkorupsi juga. Padahal media memiliki fungsi sangat mulia dan agung untuk mengawasi government.

Beberapa minggu lagi kita akan merayakan pesta demokrasi, maka dari itu coba simak data yang di keluarkan oleh KPK Watch RI sebagai patokan maupun panduan bagi kita untuk memilih partai paling minim korupsi dan bisa mengajak kita pada kebaikan dunia maupun akhirat.

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami”. (As Sajdah:24).

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah”. (Al Anbiyaa’:73)

Jangan sampai kita memilih gara-gara mendapat amplop, wejengan dan serangan fajar belaka. Padahal ketika memilih orang yang bertipikal seperti itu ada ciri-ciri pemimpin hanya bisa memberi uang tapi minim ide. Bukankah pemimpin di zaman era teknologi dan era gelombang ketiga dibutuhkan pemimpin (caleg) kaya ide dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Sedangkan action juga tidak hanya terlihat pada momentum tertentu tapi pilih partai atau caleg yang benar melayani. Lebih penting lagi adalah lihat track record dari pemimpin tersebut apakah mereka pantas menjadi pemimpin, apakah mereka dekat dengan Tuhan mereka seperti dijelaskan dalam Al-Quran surat Al Maa’idah ayat 51, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.”

Ilustrasi. (Foto: pks-kreatif.com)
Ilustrasi. (Foto: pks-kreatif.com)

Jika tanggal 9 April 2014 anda masih memilih partai yang terkorupsi, itu bertanda anda tidak membenci korupsi melainkan mendukung korupsi. Jika kita masih mendukung partai tersebut itu bertanda kita tidak konsisten terhadap prinsip hidup. Bukankah dengan mengajak masyarakat dan tidak memilih partai terkorup adalah salah satu cara kita meminimalisasi kemungkaran di bumi Nusantara, s

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar
  • Mujahidin Mujah

    Males ah… Parpolnya Korup semua……

    • mas_unggul

      buat partai baru aja mas…gitu aja pusing

  • yanyan hermawan

    yang banyak korupsinya sama yang sedikit korupsinya..dosanya gedean mana yahh.???…

  • Shinta Nurmalasari

    korupsi semua tu.pilih nasdem aj deh.

    • Shinta Nurmalasari

      dakwatuna pks ya? partai korup jg dong.

      • Ardy Zainal Wahab

        daripada korup korupan mau jadi apa????

    • mas_unggul

      awalnya aja sudah cakar2 an, gimana ke depannya tuh nasdem = Nasi Adem

  • Bocah Ganteng

    Gak ada yg ideal yaa … krn semuanya manusia, pilih yg mendingan aja deh

  • agus supriyanto

    harusnya grafik diatas itu instrospeksi buat partai islam tuk menghindar dari jebakan korupsi, korupsi di indonesia itu sudah bermetamorfosis setara penyakit riya, sampai2 ada ikhwan2 yang jadi pns malah gak ngerti kalau yang dikalukannya itu bagian dari kkn, dan bersikeras dengan dalil agama maupun peraturan, begitu kena kalangkabut cari pembelaan, padahal dari awal sudah diberitahu, nah apalagi yang bergerak di partai dan berada di posisi eksekutif maupun yudikatif, baru berniat atau menyerupai niat bisa dinyatatakan kkn terlepas ini jebakan atau tidak, hendaknya berhati2lah bukan malah aib yang sedikit dijadikan pembenaran tuk menyatakan mending atau tidak mending pilih partai. semua partai berpotensi korupsi yang belum karena memang belum berada dipusaran kekuasaan. bila mau pilih pikirkan bagaimana mengendalikan dan menagih janji partai/caleg partai tsb, jika ragu tinggalkan, bagi aktifis partai islam grafik diatas jadikanlah sebagai peringatan bahwa mungkin anda kelak bisa jadi pelaku kejahatan di atas atau justru penindak kejahatan di atas baik dari anda sendiri, partai anda dan mudah2an dari partai lainnya. ingatlah partai islam hanyalah partai yang berbasis kumpulan orang islam bukan berideologi islam, semua partai saat ini bersifat terbuka mohon jangan sampai tertipu. para aktifis muslim apapun partainya tetaplah istiqomah dalam keimanan dan waspadalah terhadap kemaksiatan diri anda sendiri dan keluarga anda. selamat memilih dan merenungkan pilihan anda

  • Yosua Trueno Seprinter

    grafik macam apa itu saya gak percaya sumber nya gak ada?
    dasar situs web klonengan!

Lihat Juga

Dana Desa, Akankah Mengatasi Kesenjangan atau Membuka Pintu Baru Korupsi?