Home / Berita / Daerah / Kisah Anak ‘Tongkrongan’ Menembus Lokasi Bencana Kelud

Kisah Anak ‘Tongkrongan’ Menembus Lokasi Bencana Kelud

Komunitas Mitsubishi Outlander Sport Indonesia (MitOSI) coba menembus rintangan menuju Desan Pandansari, Malang, Jawa Timur - Foto: kompas.com
Komunitas Mitsubishi Outlander Sport Indonesia (MitOSI) coba menembus rintangan menuju Desan Pandansari, Malang, Jawa Timur – Foto: kompas.com

dakwatuna.comKomunitas atau klub mobil menjadi wadah untuk berbagi atau nongkrong bareng pengguna merek atau model sejenis. Banyak yang mengidentikkan mereka sebagai anak gaul atau anak “tongkrongan”. Selain bersosialisasi dengan sesama anggota ternyata banyak kegiatan sosial yang sering luput dari perhatian. Termasuk salah satu yang dilakukan Mitsubishi Outlander Sport Indonesia (MitOSI).

Pertengahan Februari lalu, MitOSI melalui perwakilan di Malang, Jawa Timur, melakukan bakti sosial untuk membantu korban bencana erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur. Tiga unit Outlander Sport dan 1 mobil pendukung, dijejali barang-barang yang merupakan donasi yang terkumpul dari para anggota.

Wayan, ketua Komunitas Mitsubishi Outlander Sport Indonesia menyatakan, “Dari 5 chapter MitOSI di seluruh Indonesia kami berhasil mengumpulkan dana bantuan lebih dari 19 juta Rupiah. Semua dikumpulkan dalam waktu kurang dari seminggu.”

Donasi tersebut dikonversikan dalam bentuk makanan, minuman dalam kemasan, obat-obatan, makanan bayi, masker, bahkan kebutuhan pribadi lain, seperti pembalut wanita menjadi barang yang akan dikirimkan.

Terisolasi
Lokasi yang disambangi adalah Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Desa ini termasuk yang paling parah terkena dampak letusan. Perjalanan menuju lokasi ternyata tak semudah yang dibayangkan. Apalagi, sehari sebelumnya, hujan deras telah mengalirkan lahar dingin dari kawasan Gunung Kelud. Kondisi tersebut menjadikan Pandansari termasuk daerah yang terisolasi akibat ambruknya jembatan yang menjadi akses menuju desa tersebut.

Menurut relawan, akses jalan ke Pandansari tidak bisa dilewati mobil biasa, namun masih mungkin dilalui SUV. Informasi tersebut sekaligus memberikan secercah harapan untuk bisa mendekati tujuan bakti sosial. Beragam tantangan sudah menunggu MitOSI dalam melakukan aksi peduli sosial.

Rintangan
Tantangan pertama yang dihadapi sebelum masuk Pandansari adalah harus melewati sungai yang sempat dilewati lahar dingin. Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses setelah jembatan yang ada ambruk. Yuniar, Trodhy, Bebe dan Irul menyatukan semangat dan keyakinan untuk bisa menghadapi rintangan demi amanat dan rasa kepedulian yang tinggi.

Tak pelak mobil berpenampilan modis tersebut harus berjibaku dengan beragam rintangan yang ada. Selain melintasi sungai, mereka harus melintasi material dan jalan yang rusak efek letusan Kelud. Antara lain, berupa batu-batu dan bongkahan kayu yang berserakan, termasuk tiang listrik yang melintang di jalan.

Luluh Lantak
Setelah menempuh perjalanan berat penuh rintangan, tim pembawa bantuan akhirnya berhasil mencapai Pandansari. Seluruh anggota yang ikut serta terperangah, takjub dan terdiam  menyaksikan efek dahsyatnya letusan yang meluluh lantakkan permukiman. Nyaris tidak ada rumah yang utuh. Hanya menyisakan sekolah, fasilitas umum, rumah ibadah menjadi saksi bisu bencana letusan gunung Kelud.

Tim bergegas membongkar muatan dan diserahkan kepada pengelola bantuan di masjid yang dijadikan posko bagi para warga. Proses harus dilakukan seceat mungkin karena bisa hari mulai gelap, anggota komunitas yang hadir akan mengalami kesulitan untuk menemukan jalan kembali ke Malang. Warga juga sempat mencemaskan kondisi mereka karena lokasi desa yang sempat terisolasi akibat terjangan lahar dingin.

“Alhamdulillah tim MitOSI chapter Jatim berhasil menjalankan tugas untuk distribusi bantuan dari rekan-rekan dari seluruh Indonesia. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari pada berbagi dengan sesama yang membutuhkan”, ungkap Yuniar, pemimpin tim.

Organisasi MitOSI yang baru berumur satu tahun ini terus menunjukkan kiprahnya. Tidak hanya mengembangkan organisasi komunitas otomotif yang tidak hanya mengurusi mobil, tapi juga bergerak di bidang sosial. (kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Orang-orang Gila di Jalanan, Siapa Peduli Mereka?