Home / Berita / Nasional / Rizal: Tak Selamanya KPK Benar

Rizal: Tak Selamanya KPK Benar

Ketua Tim Elang Hitam, Rizal Malarangeng yang juga adik kandung Andi Malaranggeng - Foto: viva.co.id
Ketua Tim Elang Hitam, Rizal Malarangeng yang juga adik kandung Andi Malaranggeng – Foto: viva.co.id

dakwatuna.com – Jakarta.  Ketua Tim Elang Hitam, Rizal Malarangeng, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah merampungkan berkas pemeriksaan terhadap Andi Malarangeng.

Andi kata dia, telah siap menjalankan sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

“Kakak saya siap dan bertema kasih kepada semua pihak yang memungkinkan persidangan hari ini bisa dimulai. Dengan begini seorang terdakwa bisa mencari keadilan dan kebenaran,” ungkap ‎Rizal di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/3/2014).

Menurutnya, persidangan adalah forum yang terhormat dan diyakini akan memutuskan yang terbaik. “Yang benar adalah benar yang salah adalah salah. Ini adalah kewenangan majelis hakim untuk memutuskan. Dan, tentu saja kami yakin kakak saya tidak bersalah,” paparnya.

Rizal juga akan menunjukkan berbagai argumen dan fakta mengenai keterlibatan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut dengan kasus Hambalang.

“Dengan seksama saya pribadi, KPK pertama kalinya melakukan kekeliruannya, akan melihat bahwa tidak selamanya KPK benar. Ada saatnya KPK keliru dan barangkali ini momen pertama bagi KPK,” pungkasnya.

Sebelumnya, Andi disangkakan menyalahgunakan wewenang sebagai pengguna anggaran proyek Hambalang hingga mengakibatkan kerugian negara Rp463 miliar. Andi saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan KPK, Jakarta Selatan. (put/okezone/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • BramSonata

    Inilah manusia yg nasibnya dikorbankan/menjadi korban kebuasan politik. Mengapa dunia politik BUAS? Politik tidak pernah mengenal kawan(abadi) maupun lawan.,sarat intrik,persengkokolan, lempar batu sembunyi tangan, SUAP MENYUAP, dan lainnya yg semakna, dan lebih mengerikan lagi, hasil pendapatan(nafkah) dari sumber seperti ini PASTI HARAM.
    Hanya manusia yg disesatkan dan tersesat yg sudi hidup dengan cara seperti ini.

Lihat Juga

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (ROL)

HNW: Berapa kali Pun Paripurna Diundur, PKS Tetap Tolak Revisi UU KPK