Home / Berita / Internasional / Asia / Gaza Terancam Akan Kembali Diselimuti Kegelapan Akibat Krisis Listrik

Gaza Terancam Akan Kembali Diselimuti Kegelapan Akibat Krisis Listrik

Pembangkit listrik di Jalur Gaza (aljazeera)
Pembangkit listrik di Jalur Gaza (aljazeera)

dakwatuna.comPalestina. Kementerian Energi Palestina di Jalur Gaza mengumumkan (9/3) hampir habisnya persediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik utama di wilayah Palestina tersebut.

Cadangan bahan bakar yang masih ada hanya cukup untuk menghidupkan mesin pembangkit listrik selama 4-5 hari ke depan. Setelah itu, pemerintah akan menerapkan kebijakan untuk menghidupkan listrik selama 6 jam dan mematikannya 18 jam berikutnya untuk keperluan dasar rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Dana bantuan Qatar untuk membeli bahan bakar impor yang akan digunakan untuk menjalankan pembangkit listrik bertenaga diesel tersebut tidak ada lagi tersisa.

Pembangkit listrik utama di Jalur Gaza sebelumnya bergantung pada pasokan bahan bakar dari negara penjajah Israel. Otoritas Palestina di Jalur Gaza memutuskan untuk menghentikan impor dari Israel setelah berhasil memperoleh bahan bakar dari Mesir melalui terowongan-terowongan rahasia yang dibangun sepanjang perbatasan dengan Rafah, Sinai Utara.

Pasokan bahan bakar ke Jalur Gaza dari Mesir kemudian terhenti setelah penggulingan Presiden Mursi oleh militer Mesir karena kebijakan penutupan berbagai terowongan rahasia di sepanjang Semenanjung Sinai. (aljazeera/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General

Organization