Home / Berita / Nasional / Bambang Soesatyo: Kapolri Tak Paham Undang-Undang

Bambang Soesatyo: Kapolri Tak Paham Undang-Undang

Anggota Timwas Century dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo
Anggota Timwas Century dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo

dakwatuna.com – Jakarta.  Tim Pengawas (Timwas) kasus Bank Century merasa kecewa dengan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Sutarman yang menolak menghadirkan paksa Boediono dan mempertanyakan dasar penjemputan paksa Wakil Presiden RI itu.

Anggota Timwas Century dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo menilai Kapolri tidak memahami Undang-Undang MPR/DPR/DPRD/DPD (UU MD3), yang mengatur hak DPR untuk menghadirkan secara paksa pejabat negara.

“Saya menyarankan Kapolri baca UU MD3 pasal 72 ayat 1 sampai 4. Jelas dikatakan, DPR berhak lakukan, menghadirkan paksa seseorang untuk kepentingan bangsa manakala yang bersangkutan tidak hadir sesuai ketentuan,” ujarnya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/2014).

Meskipun DPR berhak memanggil paksa, sambung Bambang, namun pihak yang bisa mendatangkan secara paksa hanyalah Polri, tentunya atas permintaan dan pertimbangan alasan dari DPR.

“Dia (Kapolri) harus pahami bunyi UU itu. Tidak mungkin DPR kirim pamdal (pengamanan dalam di DPR), atau satpam atau elemen masyarakat, karena nanti akan terjadi chaos,” sindir Bambang.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengatakan permintaan Timwas Century agar memanggil paksa Wakil Presiden Boediono tidak bisa dilakukan. Karena aturan pemanggilan paksa itu belum ada aturannya di kepolisian.

Sutarman mempertanyakan mekanisme pemanggilan dari Timwas Century itu seperti apa. Meski kepolisian memiliki kewenangan untuk memanggil paksa seseorang, kata Sutarman, jika tidak ada delik pidananya, tidak bisa. (ugo/okezone/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • ayumi

    udah…yang bisa maksa dia mah cuma malaikat aja langsung tuh ke pengadilan ALLAH,lebih adil

  • Widoyo Puruboyo

    Heran kawan ini kok nadanya kebencian dan sangat getol ingin jeblosin Wapres Budiyono dan Sri Mulyani, sepertinya ada udang dibalik batu.Kalau ada niatan memberantas korupsi kenapa waktu kasus pengemplangan pajak oleh grup bakri dan ada kaitan dengan Gayus, serta kasus Lapindo cicing wae. Politikus lebih baik kritisi kerja KPK dalam memberantas korupsi, termasuk kalau ada bukti konkrit ajukan saja.Maaf Polisi ga usah disalah salahin karena DPR sendiri juga bukan yang paling bener.

Lihat Juga

Kapolri mengeluarkan Surat Edaran tentang Penanganan Ujaran Kebencian / Hate Speech. (beritaempat.com)

Surat Edaran Kapolri tentang Hate Speech Mengembalikan Aturan Subversi