Home / Berita / Internasional / Eropa / PM Turki Ancam Tutup Facebook Dan Youtube

PM Turki Ancam Tutup Facebook Dan Youtube

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. (france24)
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. (france24)

dakwatuna.com – Turki.  Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan pemerintah dapat melarang Facebook dan YouTube, jejaring sosial yang menurutnya mengancam pemerintahannya.

Tuduhan korupsi terhadap Erdogan dilaporkan berulang kali di jejaring sosial.

Laporan itu mencakup diterbitkannya rekaman telepon antara Perdana Menteri Erdogan dan putranya yang membicarakan cara menyembunyikan dana dalam jumlah besar.

Erdogan mengatakan berita itu diubah dan disebarkan di sosial media oleh musuh-musuhnya.

Ia menambahkan tidak akan meninggalkan negaranya hanya karena jejaring sosial.

Rekaman lain di YouTube

“Kami bersungguh-sungguh (menanggapi tuduhan ini). Kami tidak akan meninggalkan negara ini hanya karena YouTube dan Facebook,” kata Erdogan dalam wawancara Kamis malam (06/03) dengan televisi Turki ATV.

“Kami akan mengambil langkah yang perlu, dengan cara yang paling keras,” tambahnya.

Lima rekaman lain muncul di YouTube pekan ini, dan rekaman itu dianggap Erdogan sebagai upaya merongrong partainya AK sebelum pemilihan daerah pada tanggal 30 Maret dan pemilihan presiden tahun ini.

Dalam rekaman terakhir yang muncul di YouTube Kamis (06/03) malam, Erdogan dilaporkan mengatakan agar surat kabar Miliyet memecat dua wartawan yang menulis berita tentang upaya perdamaian Kurdi. (BBC Indonesia/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Hashtag memprotes Google yang menghapus peta Palestina menjadi trending topic di medsos. (rassd.com)

Google Nekat Hapus Peta Palestina, Aktivis Medsos Lakukan Perlawanan

Organization