Home / Berita / Internasional / Asia / Bahrain Tuduh Iran Dalangi Kerusuhan

Bahrain Tuduh Iran Dalangi Kerusuhan

Menteri luar negeri Bahrain, Syekh Khalid bin Ahmad Ali Khalifah (assawsana.com)
Menteri luar negeri Bahrain, Syekh Khalid bin Ahmad Ali Khalifah (assawsana.com)

dakwatuna.com – Al-Manama. Pemerintah Bahrain secara resmi menuduh Iran telah mendalangi kerusuhan yang terjadi di wilayahnya, Kamis (6/3/2014) kemarin. Pernyataan tuduhan ini dikeluarkan setelah 3 orang polisi Bahrain menjadi korban jiwa dalam ledakan bom di barat kota Al-Manamah, Senin (3/3/2014) yang lalu. Dalam kejadian itu juga ada 11 orang yang luka-luka.

Menteri luar negeri Bahrain, Syekh Khalid bin Ahmad Ali Khalifah, menyampaikan dalam forum HAM yang berasal dari PBB di Genewa, “Ini adalah aksi teror yang telah direncanakan… Aksi kekerasan yang terjadi di Bahrain saat ini mendapat dukungan langsung dari pihak-pihak di Republik Islam Iran.”

Menurutnya, beberapa kali pemerintah Bahrain membuktikan keterlibatan Iran dalam memberikan pelatihan kepada kelompok-kelompok kekerasan di Bahrain. Kemunculan beberapa kelompok pembangkang juga sangat terkait dengan kelompok Al-Quds yang merupakan satu unit dalam Pasukan Penjaga Revolusi di Iran. Selain itu, beberapa kali terjadi penangkapan terhadap aktivis Iran di beberapa negara anggota Dewan Kerjasama Negara Teluk (GCC) bersama sejumlah senjata yang mereka miliki.

Dalam kesempatan itu, Khalid juga meminta Iran untuk menghormati prinsip tidak saling mengintervensi urusan negara lain, hidup damai dan bertetangga yang telah tertulis dalam Piagam PBB.

Terkait tuduhan tersebut, Bahrain juga telah memasukkan 3 organisasi Syiah yang menentang pemerintah ke dalam kategori organisasi teroris, Selasa (4/3/2014) kemarin. (msa/dakwatuna/almoslim)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Ini Alasan Mengapa Syiah Gembira Dengan Kemenangan Trump