Home / Berita / Nasional / Kepemimpinan untuk Ciptakan Keadilan dan Kesejahteraan

Kepemimpinan untuk Ciptakan Keadilan dan Kesejahteraan

Dialog Kebangsaan yang digelar Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) DPR RI, Rabu (5/3) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. - Foto: humas pks
Dialog Kebangsaan yang digelar Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) DPR RI, Rabu (5/3) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. – Foto: humas pks

dakwatuna.com – Jakarta. Kepemimpinan nasional diharapkan dapat ciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Untuk itu proses pemilihan kepemimpinan nasional mesti menjadi perhatian bagi seluruh rakyat Indonesia karena kenyataannya ketidakadilan dan kemiskinan masih mendera bangsa ini.

Demikian benang merah serial Dialog Kebangsaan yang digelar Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) DPR RI, Rabu (5/3) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam dialog bertema ‘Mewujudkan Indonesia yang Adil, Sejahtera dan Bermartabat’ tersebut, mantan Panglima TNI Djoko Santoso, peneliti CSIS J. Kristiadi, peneliti dari Indonesia Reform Institute Yudhi Latif dan Ketua FPKS DPR Hidayat Nurwahid menyampaikan pemikiran mereka tentang harapan Indonesia yang adil dan sejahtera.

Djoko Santoso menyatakan kepemimpinan yang amanah adalah dasar dari Indonesia berkeadilan. Ia mengulas bahwa nilai Islam mengajarkan kepemimpinan mesti mendahulukan kepentingan rakyat yang dipimpin. “Kepemimpinan dalam Islam untuk mewujudkan keadilan,” tegas mantan panglima TNI ini.

Sementara J. Kristiadi menyatakan faktor paling sulit dalam penataan Negara adalah sistem politik. “Padahal setiap kebijakan politik justru mempengaruhi sector lainnya, terutama kesejahteraan rakyat,” tutur pria yang dikenal tajam dalam analis politiknya ini.

Yudi latif yang juga hadir dalam acara ini menuturkan hal yang senada, bahwa demokrasi harus menghasilkan keadilan dan kesejahteraan. “jika demokrasi gagal menghasilkan keadilan dan kesejahteraan, maka itu adalah demokrasi sesat,” ujar Yudi.

Dalam kesempatan ini Hidayat Nur Wahid yang dicalonkan sebagai calon presiden dari PKS menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah sebagai bangsa yang  besar. Oleh karena itu menjadikan Indonesia kembali menjadi bangsa yang besar bukan sebuah khayalan. “Kami ingin memberikan sinyal positif bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang adil dan sejahtera. Indonesia yang adil dan sejahtera bukan sebuah utopia,” pungkas hidayat. (humaspks/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Fahira Idris, Anggota DPD RI. (pojoksatu.id)

Jakarta Magnet Kepentingan, Warga Jakarta Harus Rasional Pilih Pemimpin