Home / Berita / Internasional / Asia / Mesir Halangi Kunjungan 80 Aktivis Perempuan Asing ke Jalur Gaza Melalui Rafah

Mesir Halangi Kunjungan 80 Aktivis Perempuan Asing ke Jalur Gaza Melalui Rafah

Djamila Bouhired (tengah berkacamata) aktivis perempuan senior Aljazair (paltimes)
Djamila Bouhired (tengah berkacamata) aktivis perempuan senior Aljazair (paltimes)

dakwatuna.comPalestina. Otoritas Mesir di Bandara Internasional Cairo melarang (5/3) 80 orang aktivis perempuan dari berbagai negara Arab dan asing untuk masuk ke Mesir dalam rangka kunjungan ke Jalur Gaza melalui Perbatasan Rafah Mesir di Provinsi Sinai Utara.

Otoritas Mesir beralasan bahwa saat ini Perbatasan Rafah ditutup karena alasan tertentu.

Di antara 80 aktivis tersebut adalah Djamila Bouhired yang merupakan aktivis perempuan senior dan dihormati di Aljazair atas jasa dan kontribusinya menentang penjajahan Perancis di Aljazair.

Rombongan Bouhired berkunjung ke Jalur Gaza atas undangan resmi untuk merayakan Hari Perempuan Se-Dunia (Eidul Mar’ah Al-Alamy) sekaligus aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza yang terisolasi dengan pihak luar akibat blokade Israel.

Sejak penggulingan Presiden Mursi oleh militer Mesir, kunjungan para aktivis kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui Mesir dalam rangka menyampaikan dukungan dan bantuan kemanusiaan mengalami penurunan 95% akibat tidak menentunya jadwal pembukaan Perbatasan Rafah serta ketidakjelasan regulasi yang diterapkan Mesir.

Perbatasan Rafah adalah satu-satunya pintu akses ke Jalur Gaza yang tidak dikontrol dan dikuasai oleh Israel. (paltimes/rem/dakwatuna).

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina