Home / Berita / Profil / Ratna, Perawat yang Memberdayakan Mantan Pasien Kusta

Ratna, Perawat yang Memberdayakan Mantan Pasien Kusta

Ratna Indah Kurniawati, Perawat yang memberdayakan mantan pasien kusta di pasuruan - Foto: detikhealth.com
Ratna Indah Kurniawati, Perawat yang memberdayakan mantan pasien kusta di pasuruan – Foto: detikhealth.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Banyak mantan penderita kusta yang dikucilkan oleh masyarakat. Dianggap masih dapat menularkan penyakit, mantan penderita kusta pun kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain, bahkan hingga menyulitkan mereka untuk mendapat pekerjaan.

Itulah yang terjadi di kecamatan Grati, Pasuruan. Di sana, kusta merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak penderitanya. Diketahui dari sebanyak 9 desa, sekitar 400 penduduknya terkena kusta.

Hal inilah yang menggerakkan hati Ratna Indah Kurniawati. Wanita berusia 34 tahun yang berprofesi sebagai perawat ini merasa kasihan melihat para mantan penderita kusta yang hampir semuanya berasal dari keluarga yang tidak mampu. Dengan kondisi yang mereka miliki, dampak kesulitan mencari pekerjaan pun semakin menambah beban mereka.

“Karena penyakit yang pernah mereka miliki, mereka menjadi susah untuk bekerja. Hidup mereka harus bergantung dengan orang lain. Ditambah lagi penyakit kusta ini membuat penderitanya cacat tangan atau pun cacat kaki,” tutur Ratna kepada detikHealth pada acara Bincang Inspiratif dalam rangka Kick Off SATU Indonesia Awards 2014 di fX lifestyle X’nter, Jl. Jend Sudirman, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Kamis (6/3/2014).

Menurut Ratna, walaupun para mantan penderita kusta tersebut sudah selesai pengobatannya, tetapi masyarakat tetap menganggap mereka masih mengidap kusta sehingga masih dapat menularkan.

“Dari segi itulah saya merasa kasihan dengan mereka (penderita kusta) kalau terus dibiarkan seperti itu. Nah, akhirnya saya berniat untuk membentuk kelompok pemberdayaan ini,” ungkap Ratna yang merupakan perawat di Puskesmas Kecamatan Grati, Pasuruan.

Dalam prosesnya, Ratna rela mendatangi ke rumah-rumah warga yang pernah mengidap kusta dan mendata mereka satu per satu. Ratna mengaku tidak semua rumah yang ia datangi mau ikut bergabung dalam kelompok pemberdayaan ini. Dari sejumlah warga yang ia datangi, sebanyak 25 oranglah yang mau bergabung.

Adapun pemberdayaan yang Ratna lakukan pada mantan penderita kusta ini ialah dengan memberikan mereka sebuah usaha untuk membantu membiayai kehidupan mereka sehari-hari. Usaha tersebut adalah ternak jangkrik.

Tidak berhenti sampai di usaha ternak jangkrik, usaha pun berkembang pada usaha menjahit dan menyulam, serta usaha ternak kambing. Ratna mengungkapkan, pencapaian ini berhasil karena Ratna juga menjalin kerjasama dengan Dinas Koperasi, Dinas Sosial, dan Pemerintah untuk ikut membantu.

“Sekarang mereka akhirnya sudah punya pekerjaan. Contohnya dari mereka yang ikut dalam kelompok menjahit, akhirnya mereka sudah mulai sering menerima orderan jahitan dari para tetangga,” tutur Ratna.

Ratna berhasil membuat para mantan penderita kusta dapat lebih produktif dan tidak malu lagi akan penyakit yang pernah dideritanya. Karena kebaikan dan niat tulus dalam gerakan pemberdayaan inilah Ratna akhirnya mendapat apresiasi dari SATU Indonesia Awards pada tahun 2011. (detikhealth/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Minta Mesir Buka Perbatasan, Pasien dan Dokter di Gaza Menunggu di Gerbang Penyeberangan