Home / Berita / Internasional / Asia / Benarkah Laksamana Cheng Ho Keturunan Nabi Muhammad SAW?

Benarkah Laksamana Cheng Ho Keturunan Nabi Muhammad SAW?

Cheng Ho atau Zheng He (1371 - 1433), - Foto: inhusatu.com
Cheng Ho atau Zheng He (1371 – 1433), – Foto: inhusatu.com

dakwatuna.comPelaut dan penjelajah Negeri Tiongkok, Laksamana Cheng Ho, ternyata merupakan keturunan ke-37 Nabi Muhammad SAW. Pendapat ini diungkapkan oleh beberapa sarjana, antara lain Li Shihou dari Tiongkok dan Usman Effendy dari Indonesia.

Usman Effendy menulis dalam buku berjudul ‘Laksamana Haji Cheng Ho Berlayar ke Indonesia sebagai Niagawan dan Muballigh,’ pada sub judul ‘Keturunan ke-37 Nabi Muhammad SAW,’ sebagai berikut:

“Ahli sejarah itu bernama Prof Haji Lie Shihou, yang dalam literaturnya menemukan bukti bahwa moyang yang ke 11 (sebelas) dari Cheng Ho adalah utusan (duta besar) negeri Bokhari (Arab Saudi) yang bernama Sayidina Syafii, dan Syafii ini adalah keturunan Rasulullah SAW. Dengan demikian Sayidina Syafii adalah cucu ke-26 dari Nabi Muhammad SAW,” tulis Usman.

Buku ini diterbitkan oleh Angkatan Bersenjata pada 18 Juli 1987 dan dikutip kembali oleh Kong Yuanzhi dalam buku berjudul ‘Muslim Tinghoa Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara’ yang diterbitkan oleh Pustaka Populer Obor.

Usman Effendy mengutip pendapat Lie Shihou dalam bukunya yang bertajuk ‘Bukti-bukti Baru dari Mukadimah Silsilah Marga Cheng dan Silsilah Sayid Ajall’. Shihou berpendapat bahwa Cheng Ho adalah keturunan Nabi Muhammad SAW. Bila Nabi Muhammad adalah angkatan pertama, maka Cheng Ho merupakan angkatan ke – 37.

Shihou berargumen bahwa dalam Mukadimah Silsilah Marga Cheng, tercatat bahwa Suo-Fei-Er/ Sayidina Syafii adalah Kaisar Kerajaan Bokhari. Pada tahun Xi Ning ke-3 Dinasti Song (1070 M), Sayidina Syafii menyerahkan diri kepada Kaisar Song Tiongkok akibat negerinya diserang oleh negara tetangganya.

“Dan Sayidina Syafii beserta keturunannya dianugerahi Kaisar Tiongkok jabatan tinggi berkat jasa-jasanya. Ternyata Cheng Ho adalah keturunan dari Sayidina Syafii,” tulis Shihou.

“Dari mukadimah Silsilah marga Cheng dapat kita ketahui keturunan Sayidina Syafii sebagai berikut: Sayidina Syafii –> Sa-Yan/Sai Yan –> Su-Zu-Zha/Su-Sha-Lu-Gu-Cong-Yue –> Kan-Ma-Ding –> Ma-Ha-Mu –> Sayid Ajall/Sayidina Syamsuddin (yang dianugerahi sebagai Raja Han Yang) –> Na-Su-La-Ding –> Bai-Yan-Mi-Li-Jin/Ma Haji –> Ma San –> Bao/Ma He/Chen Ho,” tambah Shihou dalam bukunya ‘Bukti-Bukti Baru dari Mukadimah Silsilah Marga Cheng dan Silsilah Sayid Ajall’.

Dari silsilah marga Cheng dan Silsilah Sayyid Ajall, dapat disimpulkan dengan bagan sebagai berikut:

Angkatan 1: Muhammad,
2: Ali,
3: Hou-Sai-Ni
4: Yi-Bu-Lai-Xi-Mo
5: Yi-Si-Ma-Ai-le
6: Xie-Xin
7: E-Le-Hou-Sai-Ni
8: Ye-Ha-Ya
9: E-Ha-Mo-De
10: Li-Sha-Shi (Kaisar Kerajaan Mi-Si-Le)
11: She-Li-Ma
12: Mu-Lu-Ye-Mi
13: Ya-Xin
14: Lu-Er-Ding
15: Mu-Ba-er-Sha
16: Yi-Si-Ma-Xin
17: Ha-San
18: Gu-Bu-Ding
19: Mu-Xie
20: Hu-Fu-Ding
21: Wu-Ma-Nai-Ding
22: Wu-Ma-Er
23: Cha-Fa-Er
24: Zhe-Ma-Nai-Ding
25: An-Du-Er-Yi
26: Suo-Fei-Er/ Sayidina Syafii
27: Sai-Yan-Su-Lai-Gong-Na
28: Su-Sha-Lu-Gu-Chong Yue/ Su-Zu-Sha
29: Kan-Ma-Ding-Yu-Su-Pu
30: Ma-Ha-Mu-Ke-Ma-Nai-Ding
31: Sai-Dian-Chi/ Sayid Ajall/ sayidina Syamsuddin
32: Na-Su-La-Ding
33: Bai-Yan
34: Mi-Di-Na/ Haji
35: Mi-Li-Jin/ Ma Haji
36: Ma He/ Cheng Ho

Kebanyakan nama moyang Cheng Ho yang terdapat di Mukadimah itu asalnya dari bahasa Arab Persia. Maka bentuk tulisan yang dipakai seperti Su-Zu-Sha atau Kan-Ma-Ding merupakan terjemahan bahasa Mandarin menurut bunyi aslinya, kecuali nama Sayid Ajall yang diturunkan dari keterangan bahasa Inggris, dan nama Sayidina Syamsudin yang diturunkan dari Usman Effendy. (republikapenerbit/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (65 votes, average: 8,63 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • BramSonata

    Islam tidak pernah mengenal nasab/keturunan, baik dari orang yg mulia seperti para nabi dan utusan Tuhan, para raja/sulthan/kaisar/presiden atau keturunan orang awam biasa(rakyat jelata), yg penting bertaqwa dan beriman secara kaffah kepada Islam.

    • Lalu Muazim

      Dalam Islam Nasab itu berfungsi untuk mengenal dan mengetahui asal-usul dan sejarah seseorang bro….

      • Habib A A

        semuanya penting.
        belajar nasab sungguh penting,
        apalagi “bertaqwa dan beriman secara kaffah kepada Islam”
        itu penting,
        mari atuh membara dalam kebaikan.. Allah senang kalimat dan ajaranNya di bumikan..Allah Maha Besar…

        Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu)
        (QS. Al-Ma’idah: 18)

    • ahyan bakri

      sahabat nabi muhammad saw yang terkenal ahli nasab adalah abu bakar asidiq bro….liat sejarahnya, mengetahui asal usul keturunan sangatlah penting bro…ijab qabul pada pernikahan jak buktinya salah ucap ijab qabulnya pernikahan tak sah…

  • Muriko San

    1: Muhammad,

    2: Ali,

    3: Hou-Sai-Ni…

    Saidina Ali bukan anak Nabi Muhammad SAW, tetapi menantu nya…

    • Memangnya Sayyidina Husein punya anak?

      • Riska Isnaini

        banyak diantaranya

        – Alī ibn al-Hussein ibn ‘Alī (lebih dikenal dgn Zayn al-‘Ābidīn), ibunya Shahrbanu putri dr Yazdegert (raja terakhir sassanid persia)

        – Ali Akbar, wafat d karbala

        – Ali Ashgar, wafat usia 6 bln d karbala

    • Paimin Duduk Bekerja

      Na istrinya Ali ra. siapa??

  • Habib A A

    Allah Mahaa Mengetahui,apapun itu mari membara dalam kebaikan dan semangat dalam berdakwah untuk kebaikan.

    Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu)
    (QS. Al-Ma’idah: 18)

Lihat Juga

Diplomasi Islam Damai Pelaut Cheng Ho Jadi Kajian