Home / Berita / Internasional / Eropa / Chahida, Wasit Berjilbab Pertama Di Italia

Chahida, Wasit Berjilbab Pertama Di Italia

Chahida Chekkafi ketika memimpin pertandingan San Luigi lawan Karimou Stradevar, di Utara Italia - Foto: bolaskor.com
Chahida Chekkafi ketika memimpin pertandingan San Luigi lawan Karimou Stradevar, di Utara Italia – Foto: bolaskor.com

dakwatuna.com – Milan.  Kebebasan mengenakan jilbab di negara-negara yang bukan mayoritas berpenduduk muslim semakin menggembirakan. Salah satu contoh adalah Italia.

Untuk pertama kali dalam sejarah sepak bola Italia, pertandingan sepak bola dipimpin oleh wasit perempuan yang mengenakan jilbab.

Namanya Chahida Chekkafi, seorang gadis Italia berdarah Maroko yang menjadi wasit pada pertandingan tim laki-laki antara San Luigi lawan Karimou Stradevar, di Utara Italia.

Berdasarkan laporan Marocco World News, Chekkafi lahir dan tumbuh besar di Italia, namun ibunya seorang pemain sepak bola di Maroko. Aksinya memimpin pertandingan sepak bola di Italia sempat menjadi headline media-media setempat.

Karena usianya masih 16 tahun, Chekkafi baru bisa memimpin pertandingan untuk liga junior di Italia.

Bulan lalu, harian ternama Corriere Della Sera membahas hal ini dalam artikel di halaman pertama. Terdapat komentar dari Presiden Asosiasi Wasit Italia, Marcello Nicchi, yang mendeskripsikan Chekkafi sebagai ‘gadis muda pemalu namun bertalenta dan punya tekad’. (bolaskor/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (30 votes, average: 9,53 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • ananda

    bukan
    jilbab yg dia pakai tp cuma penutup kepala. sama sekali bukan seperti
    itu cara berjilbab yg islami. malahan itu merusak defenisi hijab yg
    sebenarnya.

    • hasan

      yang terpenting Dia bisa berkomitmen dengan arti pentingnya hijab,
      urusan pahala Allah subhanahu wata’ala yang tahu. Tidak usah mengkritik,
      Doakan saja yang baik

Lihat Juga

Longmarch PD KAMMI Medan tuntut 14 Februari jadi Hari Hijab Internasional. (IST)

GEMAR Kota Medan Ajak Muslimah Tutup Aurat