Home / Berita / Daerah / Guru Idola Dizhalimi, Ratusan Siswa Mogok Belajar

Guru Idola Dizhalimi, Ratusan Siswa Mogok Belajar

Siswa MAN I Bogor melakukan protes, Rabu (5/3) - Foto: okezone.com
Siswa MAN I Bogor melakukan protes, Rabu (5/3) – Foto: okezone.com

dakwatuna.com – Bogor.  Merasa tidak terima karena guru favoritnya dipindahkan ke sekolah lain, ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor menggelar mogok belajar. Mereka tidak terima karena guru matematika idolanya, Mustafa, dipindahkan dengan alasan tidak jelas.

Ratusan siswa MAN 1 Kota Bogor berkumpul di tengah lapangan sekira pukul 09.00 WIB sambil membawa karton dengan tulisan yang mengungkapkan kemarahan mereka. Tak tanggung-tanggung, massa juga mengeluarkan papan tulis ke tengah lapangan dan menuliskan ungkapan kekesalan mereka.

Beberapa guru juga terlihat ikut mendampingi siswa yang menggelar mogok belajar. Mereka menuntut kepala sekolah keluar untuk menemui siswa. Namun, setelah lama menunggu kepala sekolah tak kunjung menemui para siswa. Dikabarkan kepala sekolah tidak masuk selama seminggu.

Siswa menilai, sosok Mustafa merupakan guru yang baik. Seperti yang diungkapkan salah satu siswi kelas 11 IPS, Trisna Apriyani. Dia mengatakan Mustafa merupakan guru yang cerdas dan cakap dalam mengajar. “Kalau diajar sama dia teman-teman pasti cepat mengerti. Ia juga suka mengajarkan metode penghitungan cepat, jadi kami senang,” jelasnya, Rabu (5/3/2014).

Lanjutnya, banyak siswa binaannya yang berprestasi dan sering menjuarai perlombaan olimpiade matematika.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Ahmad Sanukri mengaku dirinya baru mengetahui perihal pemindahan Mustafa. “Sebenarnya kepindahan guru itu sebenarnya menjadi ranah kebijakan pimpinan. Boleh jadi guru itu dibutuhkan di sekolah lain,” tuturnya saat dikonfirmasi.

Diucapkannya, dasar kebijakan pemindahan guru berangkat dari analisis kebutuhan dari masing-masing sekolah madrasah. Lalu, kata dia, prinsipnya, setiap guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) harus siap ditempatkan kapanpun dan dimanapun. “Jadi sesuai dengan prosedur,” tambahnya.

Untuk meredam emosi siswa, pihaknya mengutus seseorang untuk bertemu dengan pihak sekolah dan menenangkan para siswa. (okezone/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Siswa dan Orangtua yang Terlibat Pemukulan Guru di Makassar Jadi Tersangka