Home / Berita / Nasional / Egoisme Antar lembaga Membahayakan

Egoisme Antar lembaga Membahayakan

Hasyim Muzadi. (inet)
Hasyim Muzadi. (inet)

dakwatuna.com – Jakarta.  Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, mengatakan, egoisme antar lembaga negara kini sedang menggejala dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Jika masalah ini tidak diatasi akan membahayakan masa depan Indonesia sendiri.

Hasyim mencontohkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yang ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Di sisi lain, ketika MK mengabulkan gugatan para tokoh tentang Undang Undang Migas, pemerintah ternyata tak mau menjalankan putusan tersebut dengan baik.

“Artinya sekarang ini ada egoisme antar lembaga. Ini sangat membayarkan kalau tidak segera  diatasi,” katanya di sela uji kelayakan dan kepatuhan Hakim MK di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/3).

Menurutnya, hakim MK dipastikan tidak senang atas terbitnya Perppu oleh presiden. Apalagi selama ini secara konstitusional MK adalah lembaga yang setingkat dengan presiden. Namun dalam Perppu, pengawasan terhadap MK dilakukan oleh Komisi Yudisial (KY).

Masalah inilah yang menjadi kendala kepentingan. Parahnya, MK selama ini belum transparan soal penyebab ditolaknya Perppu tersebut. “Seharusnya terbuka kepada publik, mengapa Perppu ditolak oleh MK. Kalau terbuka, publik akan tahu dan jelas,” terangnya.

Di sisi lain, katanya, MK juga tidak tegas soal tidak dijalankannya putusan Undang Undang Migas.

Seharusnya, setelah Undang Undang dibatalkan oleh MK, dibuat undang undang baru sebagai pengganti. “Kok tiba-tiba dimasukkan ke ESDM. Soal ini pemerintah juga tidak transparan,” terangnya.

Lebih lanjut, pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini mengatakan, egoisme antar lembaga negara itu akan menambah ruwetnya problem bangsa. “Gara-gara egoisme ini, energi kita akan semakin terkuras,” katanya. (suaramerdeka/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Perpeloncoan Terselubung dalam Pembangunan Karakter Mahasiswa Baru Di Ranah Pengkaderan Lembaga Kampus