Home / Berita / Internasional / Afrika / Satu Orang Meninggal dalam Demonstrasi Penistaan Al-Qur’an di Mauritania

Satu Orang Meninggal dalam Demonstrasi Penistaan Al-Qur’an di Mauritania

Penistaan mushaf Al-Qur'an di Mauritania (alakhbar.info)
Penistaan mushaf Al-Qur’an di Mauritania (alakhbar.info)

dakwatuna.com – Nouackohott. Mauritania yang berada di bagian barat benua Afrika kembali bergolak. Gelombang demonstrasi kembali terjadi di beberapa kota, terutama ibukota, Nouackohott. Hal ini terjadi setelah peristiwa penistaan mushaf Al-Qur’an yang terjadi di masjid Khalid bin Walid di kota Nouackohott.

Demonstrasi yang terjadi pada hari Senin (3/3/2014) kemarin, memakan satu orang korban bernama Ahmad Hamud. Dia adalah seorang mahasiswa yang turut berdemonstrasi menuntut pengusutan kasus penistaan terhadap Al-Qur’an. Hamud meninggal setelah terluka di bagian perut terkena gas air mata polisi yang ingin membubarkan massa.

Beberapa saat setelah jatuhnya korban, pemerintah, melalui menteri komunikasi, Sayid Muhammad,  menyatakan bahwa pemerintah memproses kasus ini dengan serius. Pihak yang berwenang bekerja dengan profesional dan bertanggung jawab untuk mengungkap segala sesuatu yang terkait dengan peristiwa yang menyakitkan umat Islam ini.

Muhammad mengatakan bahwa ada pihak-pihak yang memanfaatkan peristiwa ini untuk agenda politik. Selain itu media juga kurang bertanggung jawab saat mempublikasikan peristwa ini.  Sehingga terjadilah masalah baru yaitu jatuhnya korban demonstran.

Kesaksian tentang peristiwa penistaan Al-Qur’an disampaikan oleh Muhammadun Muhammad Salim, imam masjid Khalid bin Walid. Menurutnya, ada empat orang tak dikenal yang masuk masjid, lalu menjatuhkan mushaf-mushaf dari rak sehingga berantakan di lantai. Beberapa mushaf mereka sobek-sobek, dan ada juga mushaf yang dibuang di toilet.

Pada hari Ahad (2/3/2014), para jamaah shalat Maghrib terkejut saat menemukan sobekan-sobekan mushaf, dan beberapa di antaranya  dibuang ke toilet. Maka pada hari Senin pagi buta, warga kota Nouackohott turun jalan melakukan demonstrasi menuntut diusutnya kasus ini, dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku. (msa/dakwatuna/almoslim)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto. (poskotanews.com)

Setelah Gelar Perkara Hari Ini, Polri Akan Memutuskan Apakah Ahok Menjadi Tersangka atau Tidak

Organization