Home / Berita / Nasional / MUI: Memfasilitasi Praktik Perdukunan Haram, Apalagi Mendatanginya

MUI: Memfasilitasi Praktik Perdukunan Haram, Apalagi Mendatanginya

Salah satu ritual dalam praktek perdukunan - Foto: rimanews.com
Salah satu ritual dalam praktek perdukunan – Foto: rimanews.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengingatkan kembali soal larangan bagi orang Islam untuk melakukan praktik perdukunan. Penegasan itu terkait adanya laporan masyarakat atas praktik pengobatan Guntur Bumi yang dituding mengandung unsur perdukunan.

“Memfasilitasi praktik perdukunan itu haram, apalagi mendatanginya,” tegasnya usai mengisi acara ‘Show Imah’ di Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2014) malam.

Asrorum memang dihadirkan ke acara yang dipandu Soimah dan kawan-kawan itu untuk menanggapi kasus Guntur Bumi yang tengah jadi perbincangan. MUI telah mendapat pengaduan dari 3 orang pasien Guntur yang mengaku dirugikan.

Menurut Asrorum, pihak MUI sendiri berhati-hati dalam menyikapi pengaduan tersebut. Terlebih dengan adanya permintaan agar MUI mengeluarkan fatwa.

“Saya kira sebagai orang yang merasa korban keinginan cepat memperoleh adanya pembelaan pasti, tapi MUI mempunyai mekanismenya kebenaran secara faktual,” ujarnya.

“Yang jelas kita serius untuk menindaklanjuti, tapi nanti terlebih dahulu kita akan cek fakta kebenarannya, itu harus fair,” tambahnya. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk