Home / Berita / Nasional / Berjilbab Tetap Eye-Catching

Berjilbab Tetap Eye-Catching

 

Berjilbab Tetap Eye-Catching (inet) - Foto kaskus.co.id
Berjilbab Tetap Eye-Catching (inet) – Foto kaskus.co.id

dakwatuna.comTrend jilbab semakin populer merambah berbagai kalangan. Seperti yang dilakukan Hijab Bank Community. Komunitas yang beranggota para muslimah pegawai bank itu menyelenggarakan Hijab Class dengan bintang tamu Arzetti Bilbina, Minggu (2/3) di Surabaya.

Bertempat di Ruang Singosari Bank Indonesia, Surabaya, 225 pegawai bank Surabaya dan sekitarnya berkumpul untuk mengikuti tutorial dan mix-match busana muslimah. Di meja masing-masing telah disiapkan cermin kecil dan berbagai perleng­kapan kreasi jilbab. Selendang-selendang aneka warna dan jarum serta bros aneka rupa juga terlihat.

Sambil mengamati tutorial di depan, para peserta mencobakan kreasi jilbab ke dirinya masing-masing. “Belajar mix-match jilbab amat penting bagi karyawan bank agar eye-catching di hadapan customer,” ujar Araaf Ulfa, ketua penyelenggara.

Salah satu narasumber, Rosy Hervita, mengungkapkan, para perempuan pekerja seperti pegawai bank sangat membutuhkan tampilan jilbab yang menarik, namun tetap formal. Hal itu bisa disiasati dengan pemilihan bahan yang digunakan. Trend kain paris masih menjadi juara untuk mendapatkan kesan formal.

“Untuk gaya ke kantor, sebaiknya pilih kerudung dengan warna yang tidak mencolok. Hindari pemakaian kain yang mengilap atau warna metalic,” ujar ibu dua anak itu.

Trend jilbab tahun ini, lanjut Rosy, lebih banyak didominasi gaya turban atau polem (poni lempar) yang terkesan santai. Perempuan yang juga bekerja di salah satu bank di Surabaya itu telah menerbitkan sebuah buku berjudul Hijab Style yang sekarang memasuki cetakan kedua.

Saat sesi mix-match busana, Arzetti memberikan komentar mengenai pemilihan busana, kerudung, sepatu, hingga tas yang dikenakan para peserta. Untuk tas, misalnya, yang mengenakan gamis sebaiknya menghindari tas dengan tali panjang yang disandangkan ke bahu. Pemakai gamis akan tampak lebih anggun bila menggunakan tas jinjing atau dompet cukup besar di tangan.

“Perempuan berjilbab harus bisa lebih banyak berkomunikasi dan bergaul dengan orang lain. Untuk itu, amat dibutuhkan confident. Agar confident, perempuan biasanya ditunjang oleh penampilan. Itulah sebabnya, amat penting menjaga kecantikan, baik dari dalam maupun luar,” ujar model berusia 39 tahun itu.

Hijab Class juga menampilkan fashion show dari delapan perwakilan bank-bank Surabaya dan sekitarnya. Para pegawai bank itu bergantian memeragakan busana resmi atau batik yang kerap digunakan bekerja. (rim/c2/dos/jpnn/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 3,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Wila Salam

    HA..HA..ancur dech….misi freemansory menyusup di kalangan muslimah yang ingin menutup aurat diplintir jd TREND HIJABER. Pake kerudung di pluntar plinttir, bros dan peniti selusin, accessories dan riasan wajah di pake (makenya aja butuh waktu relatif lama), apa ada waktu cukup untuk membongkar & memasang dandanannya itu pada saat sholat dhuhur dan sholat ashar? Atw jangan2 demi jaga penampilan, sholat wajib dilewat saja???

Lihat Juga

Pengawasan Sharia Compliance Pada Perbankan Syariah Yaman