Home / Berita / Nasional / Demi Seragam, 21 Sekolah di Bali Larang Jilbab

Demi Seragam, 21 Sekolah di Bali Larang Jilbab

Pelajar Muslimah (inet)
Pelajar Muslimah (inet)

dakwatuna.com – Bali.  Bangunan itu tampak berdiri megah di antara sesaknya Denpasar. Dengan statusnya sebagai sekolah berprestasi, moleknya bangunan itu kian kentara. Tampak beragam motif ukiran khas Bali menghiasi sekolah yang terletak di Jalan Gunung Rinjani, Denpasar.

Beberapa siswi SMAN 4 Denpasar memang menjadi jawara di level nasional. Sebut saja nama Ni Kadek Aprivanti yang berhasil mendapatkan predikat sebagai siswi dengan nilai ujian nasional (UN) tertinggi se-nusantara pada tahun lalu dengan nilai 9,87.

Hanya, ada senoktah noda di tengah sederet prestasi sekolah tersebut. Laporan tim advokasi pembelaan hak pelajar Muslim menyebutkan, SMAN 4 Denpasar memiliki kebijakan untuk melarang jilbab. Larangan tersebut tertulis pada buku agenda siswa di tata tertib bagian I dalam poin ke-4. Isinya, “Tidak menggunakan atribut/pakaian keagamaan.”

Pada Sabtu (1/3), Republika berupaya mendapatkan konfirmasi atas dugaan tersebut. Hanya, rupanya pihak sekolah tak berkenan memberikan keterangan. Republika diterima oleh petugas penerima tamu sekolah yang menanyakan keperluan bertemu kepala sekolah.

Setelah masuk ke ruangan kepala sekolah, petugas perempuan itu menyatakan kepala sekolah, Dr I Wayan Rika MPd, menugaskan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas Dra Ni Wayan Sasih Artini MPd untuk menerima wartawan Republika.

“Tapi, nggak bisa hari ini, Pak, tapi Jumat (7/3) pekan depan. Menurutnya, Wakasek Bidang Humas sedang menemani para siswa yang sedang studi banding ke Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.

Republika pun meminta izin ingin bertemu pejabat sekolah yang lain. Lalu, petugas penerima tamu itu kembali masuk ke ruangan kepala sekolah. Dia kemudian menghubungi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Made Sudana SPd MPd. Oleh Sudana, Republika dipersilakan datang lagi nanti menemui Sasih Artini. Alasan yang dikemukakan Sudana agar tidak salah prosedur.

Ditanya soal ketentuan pengenaan seragam di sekolah, Sudana mengatakan, bukan kewenangannya untuk menjawab. Ketika didesak agar meminta izin ke kepala sekolah untuk menggantikan Sasih Artini memberikan penjelasan, Sudana menyebut kepala sekolah sedang tidak ada di kantor. “Tidak ada di kantor, Bapak Kepala Sekolah sedang ke luar,” katanya.

Republika lantas mewawancara sejumlah mantan siswi yang pernah bersekolah di sekolah yang sarat dengan prestasi belajar tingkat nasional itu. Mereka menyebutkan kalau larangan berjilbab sudah ada di SMAN 4 Denpasar sejak 1980-an. Beberapa siswi yang enggan menyebut nama itu selama ini memilih tidak mengenakan jilbab karena takut bila mendapat sanksi dari sekolah itu.

Dalam laporan investigasi tim advokasi dari Pelajar Islam Indonesia (PII), tertera ada 21 SMP dan SMA negeri di Bali yang terbukti melarang jilbab dengan aturan tertulis dan larangan lisan. Tujuh sekolah berada di Denpasar, empat sekolah ada di Badung, delapan sekolah terletak di Buleleng, satu sekolah berada di Jembrana, dan satu sekolah lainnya terletak di Tabanan.

Beragam cara dilakukan sekolah-sekolah tersebut untuk melarang jilbab. Contohnya, SMPN 3 Singaraja. Berdasarkan laporan tim investigasi, sekolah yang terletak di Buleleng ini menerapkan larangan tidak tertulis dari kepala sekolah atas nama lembaga.

Pelarangan terjadi ketika salah seorang siswi bersama dengan tim advokasi meminta izin untuk menggunakan jilbab di sekolahnya. “Tidak diizinkan menggunakan jilbab karena sudah ada aturan baku sekolah mengenai seragam siswa,” kutip laporan tersebut. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Sejuki

    Aturan seragam sekolah tsb tidak sah, batal demi hukum karena amat sangat jelas bertentangan dg Pancasila dan UUD 45.

    Ini negara kok pada diem ketika Pancasila dan UUD 45 diobok-obok oleh orang-orang dungu bin sombong tapi ngaku toleran yg bernama Bali???? Katanya ini negara dimana Pancasila sebagai landasan ideologinya dan UUD 45 sebagai landasan operasional konstitusionalnya. Tapi mana……????? Ada aturan yg jelas-jelas bertentangan dg Pancasila dan UUD 45 kok dibiarkan?

    Hallo…??????? Wooooiiiii para pemimpin-pemimpin yg selalu sok tereakin Pancasila….. Pancasila…… Pancasila…… Mana Pancasila kalian itu???? Blo’on abis deh kalian….!!!

  • Yanis Ikhlas

    Itulah bedanya dengan orang berketuhanan yang maha banyak!

  • ronny

    ntr kalo gw jadi walikota depok,bakal gw larang manusia2 yg asal dari bali..perda baru..!

Lihat Juga

Peringatan International Hijab Solidarity Day di CFD Jakarta