Home / Berita / Nasional / MUI: Menkes Tak Tahu Hukum Islam

MUI: Menkes Tak Tahu Hukum Islam

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi meminta vaksin dan obat tidak dimasukkan dalam RUU JPH - Foto: tempo.co
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi meminta vaksin dan obat tidak dimasukkan dalam RUU JPH – Foto: tempo.co

dakwatuna.com – Jakarta.  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan obat dan vaksin harus masuk dalam Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH),

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Lukmanul Hakim mengatakan kewajiban sertifikasi halal tetap harus ada karena itu merupakan hak konsumen mengetahui status kehalalan vaksin dan obat.

Dia berpendapat sikap Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang meminta vaksin dan obat tidak dimasukkan dalam RUU JPH kurang tepat.  “Sikap Menkes itu sama saja menghilangkan hak konsumen. Bu Menkes tidak tahu hukum Islam,” ujarnya saat dihubungi, Ahad (2/3).

Dia menambahkan, untuk kedaruratan dan keadaan mendesak berlaku hukum kedaruratan. Namun, konsumen harus tahu dulu status kehalalan obat dan vaksin yang mereka konsumsi. “Jangan membuat masyarakat tidak tahu statusnya,” katanya.

Dalam pandangan hukum Islam, tidak ada jalan tengah terkait status kehalalan makanan dan obat. Di kalangan ulama, hal ini tidak ada perdebatan lagi. “Ini kemunduran luar biasa bagi bangsa Indonesia kalau vaksin dan obat tidak masuk dalam RUU JPH,” ujar Lukman.

Dia meminta agar dalam RUU yang pembahasannya masih alot tersebut harus mencakup produk apa saja yang diharuskan halal. Pembahasan RUU JPH yang mandek, menurutnya, menggambarkan perbedaan pendapat pemerintah dengan MUI. (ROL/ksbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,44 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Wila Salam

    Ciiiaaahhhh, si Mboy tau apa tentang hukum Islam?? Justru karena dia pikir Islam itu penuh aturan (untuk mensejahterakan manusia-pen) dia pikir ribet lah…makanya dia pindah agama. Agama dy kan ga ribet? apa pun boleh dilakukan, toh ga ada punishment apapun untuk kehidupan setelah kematiannya.

Lihat Juga

Ilustrasi. (change.org)

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk

Organization