Home / Berita / Daerah / PKPU – AQUA Kampanyekan 3R di Medan Satria

PKPU – AQUA Kampanyekan 3R di Medan Satria

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Kampanye 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) di RW 10, Kelurahan Medan Satria, Bekasi - Foto: PKPU
Kampanye 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) di RW 10, Kelurahan Medan Satria, Bekasi – Foto: PKPU

dakwatuna.com Jakarta.  Sampah, bila kita mendengar kata sampah yang terbayang adalah sesuatu yang tidak berguna  lagi dan harus dibuang. Tapi di tangan PKPU dan Aqua, sampah yang kita buang sehari-hari bisa menghasilkan uang.

Melalui program komunitas hijau, PKPU dan Aqua  mengadakan kampanye 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) di RW 10, Kelurahan Medan Satria, Bekasi yang diikuti 100 orang terdiri dari  ibu- ibu kader komunitas hijau, duta lingkungan, dan  anak–anak  SD medan satria IX dan VII, Minggu (23/2/2014).

Kampanye 3R dilakukan memutari kampung yang juga diikuti  mahasiswa Poltekes Jakarta 2. Kegiatan kampanye 3R diawali.  pembagian goodybag dan plastik sampah ke 100 warga.

Pembagian plastik sampah ini bertujuan agar mempermudah warga memilah–milah sampah yang kemudian dibawa ke bank sampah untuk ditabung. Sampah-sampah yang ditabung di bank sampah, suatu saat bisa diambil, dijual sehingga menghasilkan uang.

“Adanya bank sampah tersebut, masyarakat diharapkan bisa menabung sampah. Bank sampah ini  didirikan sebagai wadah untuk membina, melatih, mendampingi sekaligus membeli dan memasarkan hasil dari kegiatan pengelolaan sampah dari sumber masyarakat, khususnya dari masyarakat Medan Satria,” kata  ‎​‎​Ferry Suranto Mananger Health Environment Network (HEN) PKPU di Jakarta, Kamis (27/2/2014).

PKPU berharap di masa mendatang warga Medan Satria bisa secara mandiri menabung sampah di kotak-kotak yang telah disiapkan di sejumlah  pos. Mereka juga bisa  memilah sampah berdasarkan jenisnya yaitu sampah organik dan anorganik.

“Pemilahan sampah organik dan anorganik ini  untuk mempermudah dalam pengolahannya. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos yang bisa dijual ke tempat-tempat penjual tanaman hias,” kata.

Sedangkan sampah anorganik bisa diubah menjadi barang-barang kerajinan tangan dan bisa juga menjadi minyak seperti yang dipraktekkan oleh mahasiswa Poltek Jakarta 2. (KIS/ER/PKPU/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 4,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sukismo

Lihat Juga

Let’s Help Rohingnya: Wujudkan Kepedulian Demi Kemanusiaan