Home / Berita / Daerah / Dua Tahun Berkiprah, FAM Publishing Terbitkan Seratus Buku

Dua Tahun Berkiprah, FAM Publishing Terbitkan Seratus Buku

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Siswa binaan FAM Indonesia memperlihatkan sejumlah buku terbitan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia. (Foto: IST.)
Siswa binaan FAM Indonesia memperlihatkan sejumlah buku terbitan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia. (Foto: IST.)

dakwatuna.com – Kediri. Sebuah penerbit independen di Pare, Kediri, Jawa Timur, FAM Publishing, hampir dua tahun belakangan telah menerbitkan 100 judul buku. FAM Publishing merupakan Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, sebuah komunitas penulis yang banyak melahirkan calon-calon penulis Indonesia masa depan.

Manajer FAM Publishing, Aliya Nurlela, dalam keterangan persnya, Selasa (25/2) mengatakan, buku-buku yang diterbitkan FAM Publishing selama hampir dua tahun berkiprah itu ditulis oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, guru, dosen, jurnalis, hingga instansi pemerintah.

“Kami bersyukur, eksistensi FAM Publishing dapat diterima secara luas di tengah masyarakat dan kehadiran buku-buku yang kami terbitkan ikut menambah koleksi bacaan masyarakat,” ujar Aliya Nurlela yang juga penulis buku 100% Insya Allah Sembuh dan Flamboyan Senja.

Dikatakan, buku-buku yang diterbitkan FAM Publishing itu beragam tema, baik fiksi maupun nonfiksi. Penulis-penulisnya bukan saja dari anggota binaan FAM Indonesia tetapi juga nonanggota yang ikut tertarik menerbitkan buku di FAM Publishing.

“Sebagai komunitas penulis, FAM Indonesia bertekad menumbuhkan budaya membaca buku dan menulis di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. FAM juga mengajak anggotanya untuk berani mempublikasikan karya mereka, baik dalam bentuk buku maupun mengirim ke media massa,” kata Aliya Nurlela yang pernah diwawancarai Majalah Kartini dan profilnya dimuat di tahun 2013 lalu di majalah wanita nasional itu.

Menurut penulis asal Jawa Barat yang malang-melintang di dunia kepenulisan di Jawa Timur ini, FAM Publishing merupakan divisi penerbitan untuk memperkuat eksistensi FAM Indonesia sebagai wadah pembinaan generasi muda. Selain FAM Publishing, FAM Indonesia juga memiliki divisi usaha lainnya bernama FAM Preneurship yang menyediakan sejumlah pernak-pernik berlogo FAM Indonesia.

“Sampai saat ini, FAM Indonesia berjalan dengan berbagai kegiatannya tanpa sokongan dana dari pihak-pihak tertentu. Kami benar-benar independen. Dan kami berusaha berdiri di kaki sendiri dengan menggerakkan seluruh potensi yang ada, termasuk lewat divisi penerbitan dan divisipreneurship,” kata Aliya Nurlela.

Ditambahkan, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia berdiri pada 2 Maret 2012 dan berkantor pusat di Jalan Mayor Bismo, No. 28, Pare, Kediri, Jawa Timur. FAM Publishing sebagai salah satu divisi usaha berdiri pada Juni 2012. Selama berkiprah dengan berbagai berkegiatan, FAM Indonesia telah memasuki ratusan sekolah, kampus, pesantren, dan instansi pemerintah, untuk menyebarkan semangat kecintaan pada membaca buku dan menulis lewat pelatihan/workshop/seminar kepenulisan.

“Hasilnya, banyak penulis-penulis muda, khususnya anggota FAM Indonesia yang telah mempublikasikan karya mereka di berbagai media dan berbagai penerbit di Indonesia,” tambah Aliya Nurlela. (REL/ded/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak kecil menggemari segala jenis masakan. Hingga kini senang membaca dan mengakrabi aksara.

Lihat Juga

Telah Terbit Buku Panduan Melakukan Serangan Teror