Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Mengapa tak Menangis?

Mengapa tak Menangis?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: islam.ru)
Ilustrasi. (Foto: islam.ru)

dakwatuna.com

Deras Air Mata
Ketika sakit dan kecewa bersemai di dada
Layaknya bendungan yang tak bisa terbendung
Arus air itu semakin cepat meluncur
Ketika harapan berubah menjadi kebahagiaan yang tertunda

Tapi,
Mengapa air mata tak mudah menetes?
Ketika kemaksiatan menjadi pemenuh catatan Tuhan
Saat kebodohan terus kau pertahankan
Dan Kemalasan terus kau simpan
Padahal malaikat sudah bosan mencatat kekuranganmu

Bertanyalah pada hati, akal dan jasad
Mengapa air mata tak mau keluar dari indahnya Bola matamu?
Apa ia tak mau menjadi saksi penyesalanmu?
Apa ia tak rela menghapus segala kekuranganmu?
Bukankah air mata menjadi peringan timbangan kebodohanmu

Menangislah
Ketika kau tak bisa menangis
Ketika air mata enggan menghampirimu
Ketika tak ada penyesalan akan kebodohanmu

Tersungkurlah di hadapan-Nya
Mintalah kebahagiaan yang indah dan begitu sederhana
Dengan hati, mata, akal dan jasad terus tertunduk kepada-Nya
Allah Azza wa jalla

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Dialog Air Mata