Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami

Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami".
Cover buku “Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami”.

Judul: Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami
Pengarang: Muhammad Lili Nur Aulia
Penerbit: Pustaka Da’watuna
Tempat Terbit: Jakarta
Cetakan: Pertama, Januari 2006
Jumlah Halaman: 155 Halaman
Harga Buku: Rp. 36.000

dakwatuna.com Buku ini dapat menjawab pertanyaan mengapa para mahasiswa memilih jalan dakwah selepas mereka memasuki dunia kampus. Di sini juga diuraikan bagaimana jalan dakwah itu membuat mereka kuat untuk terus berjuang di jalan dakwah.

Mengapa memilih di jalan dakwah?

Kami memilih jalan ini karena kami memang membutuhkan. Bukan hanya sekadar rasa membutuhkan bahkan lebih, karena kami melangkah di jalan ini merupakan bagian dari rasa syukur kami atas hidayah Allah kepada kami. Kami memilih jalan ini karena kami ingin seperti para pendahulu kami di jalan ini yang telah banyak memperoleh pahala dan keridhaan Allah karena peran-peran dakwahnya.

Demikianlah, pada dasarnya dakwah ini adalah sebuah estafet perjuangan. Sebagaimana dakwah yang diserukan para nabi terdahulu, dilanjutkan dan disempurnakan dengan dakwah yang diperjuangkan Rasulullah Saw dan terus berlanjut hingga para juru dakwah yang berjalan di atas jalan perjuangannya di hari ini. Dalam jalan dakwah ini kami ingin menjadi batu bata dari bangunan dakwah ini. Sebuah bangunan yang telah dirintis oleh para anbiya dan orang-orang shalih.

Kami sering mendengar dan mengatakan bahwa jalan dakwah ini adalah jalan yang ditempuh para nabi sehingga kami pun menyadari bahwa karakter perjalanan ini bukan perjalanan yang nikmat dan nyaman. Tapi inilah jalan yang sudah kami pilih untuk kami lalui dalam hidup dan menuju kebahagiaan di akhirat. Ya, “Hazihii sabilii” (inilah jalanku). Jalan yang menjadikan kami tidak mudah terkesima dan tergoda dengan roma kemaksiatan dunia. “Hazihii sabilii”, jalan para nabi, para shalihin, para shiddiqiin, para syuhada yang ingin menjadi pendamping Rasulullah di surga.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pradeka Brilyan
Mahasiswa pascasarjana IPB, suka membaca dan menulis. Bercita-cita menjadi dosen.

Lihat Juga

Ustadz Ruslan Effendi (kiri) bersama Ustadz RahmatAbdullah (kanan). (IST)

Innalillahi, KH Ruslan Effendi Meninggal Dunia