Home / Pemuda / Essay / Semakin Cinta untuk Tilawah Al-Quran

Semakin Cinta untuk Tilawah Al-Quran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: sufara.ba)
Ilustrasi. (Foto: sufara.ba)

dakwatuna.comDan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”. (Al-Qamar: 17, 22, 32 dan 40)

Ternyata kandungan makna di atas sering kali berulang dalam surah Al-Qamar pada surah ke-54 ayat 17, 22, 32 dan 40. Jadi malu rasanya ketika tilawah Qur’an terkadang saya hanya membacanya saja tanpa dapat mengambil pelajaran yang Allah terangkan di dalam ayat-ayat cinta-Nya.

Semoga tulisan sederhana ini dapat mengingatkan kita kembali untuk bisa semakin cinta dan dekat lagi dengan Qur’an tentunya dekat pula dengan Allah :)

Ada beberapa hal yang membuat penulis termotivasi untuk tilawah Qur’an antara lain adalah sebagai berikut:

Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda: “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (H.R. Bukhari)

Dari Abdullah bin Mas`ud, bahwa Rasulullah SAW berkata: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Quran) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf. (H.R. At Tirmidzi)

Dari Abu Umamah Al Bahili berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda: “Bacalah Al-Quran! Maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” (H.R. Muslim)

Dari Aisyah RadhiyallahuAnha berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang membaca Al-Quran dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Quran dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” (Muttafaqun `Alaihi)

Dari Ibnu `Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al-Quran maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan (kedua) seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam.”(Muttafaqun `Alaihi).

Dari Muadz bin Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya,  Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orang tuanya pada Hari Kiamat kelak. (Di mana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. ” (H.R. Abu Daud)

Nah itu motivasi saya, motivasi kamu apa? Share dong hehe.

Sedikit ceritaku tentang ODOJ

Alhamdulillah efeknya terasa ketika saya mengikuti program “One Day One Juz” (ODOJ), tilawah saya jadi semakin terkontrol dan tentunya saya pun berusaha untuk dapat memahami makna dari apa yang saya baca dengan membaca terjemahannya dan hal yang terberat bagi saya adalah menjaga hafalan yang sudah dihafal. Berhubung banyak yang hilang hafalan saya jadi saya hafalan lagi deh, hehe.

Oya ketika sebelum ikutan ODOJ sebenarnya sih saya sudah punya targetan tilawah sendiri sama persis dengan ODOJ yaitu satu hari satu Juz, tapi pada kenyataannya saya suka banyak alasan sehingga tidak mencapai target yang saya buat itu hiks…hiks sedihnya. (Maafkan aku Ya Allah). Tapi sekarang insya Allah dengan ikut ODOJ saya jadi komitmen lagi deh untuk “One Day One Juz” tentunya niatnya harus karena Allah bukan karena ada yang lain.

Saudaraku seiman di manapun kalian berada. Sesibuk apapun diri kita, entah itu alasannya pekerjaan, penelitian, kuliah, berjualan, ngajar dan sebagainya jangan sampai deh kita ngelupain tilawah karena kalau kita jauh dari Qur’an maka Allah pun akan menjauh juga dari kita. Karena Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca bukan untuk dibiarkan begitu saja apalagi tidak terjamah sama sekali dengan kita hanya sebagai pajangan yang masih tercover bersih dan rapih. Na’udzubillah.

Yuukk saatnya kita untuk membiasakan diri walaupun memang berat di awal tapi insya Allah dengan hal yang sudah kita paksakan itu nantinya akan menjadi terbiasa. Percaya deh sama saya hehe. Oya semoga kata-kata di bawah ini dapat menjadi bahan renungan buat kita semua.

Bacalah Qur’an
Kalau tidak mampu, bacalah separuh juz,
Kalau tidak mampu, bacalah sekadar sehelai atau satu muka surah,
Kalau tidak mampu, berusahalah dengan satu ayat,
Kalau tidak mampu juga, cukuplah hanya dengan memandang al-Quran dan tanyalah kepada diri sendiri
“Ya Allah, apakah dosaku sehingga aku tidak dapat membaca ayatMu”

Oyahh yang belum ikutan ODOJ yukk gabung biar semakin termotivasi tilawahnya selain itu juga nambah saudara baru loh, asyik kan :)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Alzena Valdis Rahayu
Alzena Valdis Rahayu, bernama asli Ririn Rahayu. Lahir di kota Serang 5 September 1988. Selama di kampus dulu ia aktif di berbagai organisasi internal dan eksternal salah satunya UKM TRAS (Tirtayasa Research Academic and Society), LDK Baabussalam, Himagron, Bem Faperta, KAMMI Untirta, dan FLP Serang. Selain itu juga penulis hobinya menulis, membaca, diskusi, dan travelling. Alumni Agroekoteknologi UNTIRTA. Aktivitas sekarang penulis sedang menempuh S2 Alhamdulillah penulis mendapatkan Beasiswa Unggulan Kemdiknas 2011 di Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi IPB. Motto hidupnya Selalu Belajar Sungguh-sungguh dan Berdoa.

Lihat Juga

Al-Quran yang Shalih LiKulli Zaman Wal Makan Membuktikan Bahwa Li Kulli Zaman Rijaaluhu