Home / Berita / Opini / Kurikulum Pendidikan Moral 2013

Kurikulum Pendidikan Moral 2013

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: bezaat.com)
Ilustrasi. (Foto: bezaat.com)

dakwatuna.com – Perkembangan pendidikan yang disertai dengan perkembangan zaman dapat menjadi faktor utama. Karena perkembangan zaman yang semakin modern dapat mendukung kinerja pendidikan masa kini, salah satu contoh yaitu kecanggihan teknologi. Kecanggihan teknologi yang memiliki dampak positif dan negatif, dampak positifnya adalah pendidikan akan didapatkan dengan mudah, peserta didik akan lebih mudah mengakses pelajaran yang diinginkan sedangkan dampak negatifnya adalah peserta didik kurang peka terhadap kehidupan sosial, dan masih banyak lagi dampak akibat kecanggihan teknologi masa kini.

Potret kehidupan pendidikan saat ini mengalami kemerosotan moral. Faktor internal seperti keluarga juga dapat mempengaruhi kondisi moral peserta didik, salah satu contoh yaitu perceraian dalam keluarga yang dapat mempengaruhi kondisi psikis peserta didik sehingga banyak peserta didik yang memberontak saat sekolah. Selanjutnya, faktor eksternal seperti lingkungan buruk yang dapat merusak perkembangan moral peserta didik, salah satu contoh adalah tawuran antar pelajar dikarenakan konflik antar pelajar.

Sebagai bentuk dari proses pembentukan kepribadian, pendidikan seharusnya memperhatikan moral dan mental peserta didik karena tujuan pendidikan adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki otak yang cerdas dan watak yang baik sangat dibutuhkan.

Mengamati fenomena pada dunia pendidikan yang ada di negri ini, tentu menjadi kendala dalam mewujudkan keinginan tersebut. Dikarenakan perilaku peserta didik yang cenderung lemah saat mengkondisikan emosinya. Begitu pun sebaliknya, moral dan mental dari pendidik yang dapat mempengaruhi moral peserta didik sebaiknya bisa menjadi contoh yang baik bagi peserta didik.

Kurangnya kurikulum pendidikan moral yang ada di negri ini juga dapat mempengaruhi kondisi negri ini, misalnya orang pintar yang tidak memiliki moral akan menghancurkan negara ini seperti kasus korupsi. Pendidikan moral seharusnya sudah ditanamkan kepada peserta didik sejak dini. Sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan dalam lembaga pendidikan. Dengan moral yang terdidik, otak yang cerdas dan berkepribadian dengan akhlak yang mulia.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi semester 4 jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saat ini masih aktif di KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) sebagai staff humas. Mengikuti FLP (Forum Lingkar Pena) di kampus sejak semester 2.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Pendidikan Tinggi, Mau di Bawa ke Mana?

Organization