Home / Berita / Daerah / Konvoi 18 Truk, ACT Antar Genteng untuk Korban Kelud

Konvoi 18 Truk, ACT Antar Genteng untuk Korban Kelud

Konvoi 18 Truk ACT mengantar bantuan genteng untuk warga korban erupsi gunung kelud, Sabtu (22/2) - Foto: ACT
Konvoi 18 Truk ACT mengantar bantuan genteng untuk warga korban erupsi gunung kelud, Sabtu (22/2) – Foto: ACT

dakwatuna.comHari ini, berlangsung distribusi 100 ribu genteng ke desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Ini pendistribusian tahap pertama dari total bantuan awal sebanyak 210 ribu genteng.

Dua desa terpapar lontaran material Kelud yang rumah-rumahnya rusak berat, hari ini bergembira. Di Desa Puncu dan Desa Satak, masing-masing 110 ribu dan 100 ribu gengeng, segera beredar dari tangan ke tangan, turun dari 18 truk beriringan.

Kendaraan pembawa material ini, menyemarakkan susana. Setelah sekian kali hanya melintas lalu-lalang “pengamat bencana”, ACT bersama warga menunaikan wujud karnya nyata.

“InsyaAllah, rumah-rumah rusak di kedua desa ini ‘sempurna’ menerima genteng. Semoga semangat berbenah ini, menular ke banyak pihak. Kalau satu lembaga saja bisa mendukung, puluhan lembaga lainnya, bersama instansi pemerintah setempat dari RT hingga Bupati, pasti segera bisa memulihkan kerusakan fisik pasca erupsi Kelud,” ujar M. Insan Nurrohman, Vice Presiden ACT Foundation yang sudah lebih dari sepekan membersamai relawan dan tim Disaster Emergency & Relief Management (DERM) ACT di tengah korban erupsi Kelud.

Menurut rencana dalam tiga hari semua genteng terpasang di Satak dan Puncu. Jumlah yang didistribusikan ini, bisa terus berkembang sesuai assesment tim survei. Tentu, seiring semangat donatur berkontribusi mewakafkan dana tunainya untuk membelanjakan genteng. “Tidak berat, hanya satu juta rupiah, bisa membantu seribu genteng atau untuk satu rumah,” jelas Insan.

Data Kecamatan Puncu menyebutkan: Pertama di Desa Satak. Ada 615 unit rumah rusak berat yang memerlukan 1,000 genteng; 330 unit rumah rusak ringan cukup 500 pcs genteng/rumah. Total penerima bantuan genteng ada 945 rumah.

Kedua, Desa Asembangun rumah rusak berat 1755 unit dan rsedang 505 rumah (total 2260 rumah).

Ketiga, Desa Puncu, rumah rusak berat 1733 unit; Rumah rusak ringan 433 rumah unit (total 2165 rumah). Jadi, total rusak berat 4.102 rumah (X 1000 genteng, perlu 4.102.000 pcs), rumah rusak sedang 1.268 rumah (x500 genteng, perlu 634.000 pcs). Total kerusakan 5.037 rumah.

Kerja kemanusiaan ini berlangsung partisipatif. Warga bergotong royong menurunkan dan memasang genteng. “Hari ini pula, sekaligus digelar syukuran. Kami memotong sapi untuk dimasak di Dapur Umum ACT dibantu ibu-ibu setempat. Gotong royong pemasangan genteng difokuskan untuk rumah keluarga janda manula dan dhuafa,” jelas Insan.

Selain pendistribusian untuk warga di dua desa ini, ACT bersama warga masih melanjutkan pendataan memastikan jumlah genteng yang diperlukan. Tim ACT merencanakan akan membantu genteng untuk pemulihan fasilitas umum seperti Kantor Kelurahan dan masjid. “Untuk itu kami ingin memakai genteng terbaik, Genteng Karangpilang, untuk bangunan yang rusak parah,” jelas Insan.

Acara siang itu meriah.  Acara dihadiri Camat Puncu Sumarlan, Lurah Satak Sujarno, Pejabat Sementara Kepala Desa Puncu Suprapti, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Eko Setiono. (lingga/ACT/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 6,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Integrated Community Shelter/ICS  yang dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.  (ACTNews)

Bupati Aceh Utara Instruksikan Pemindahan Pengungsi Rohigya ke Shelter