Home / Berita / Nasional / IKADI: Hak Suara itu Amanah

IKADI: Hak Suara itu Amanah

Ketua IKADI (Ikatan Dai Indonesia), Satori Ismail - Foto: republika.co.id
Ketua IKADI (Ikatan Dai Indonesia), Satori Ismail – Foto: republika.co.id

dakwatuna.com – Jakarta.  Ada sebagian masyarakat yang memiliki suara enggan menggunakannya. Mereka ini selanjutnya disebut golongan putih (golput). Pertanyaan apakah itu dibenarkan?

Ketua IKADI (Ikatan Dai Indonesia), Satori Ismail soal golput harus dilihat konteksnya. Kalau memang, alasannya benar maka golput itu bagus. Tapi kalau alasannya salah, ini yang keliru.

“Misalnya begini, semua calon yang ada dipandang jelek, maka carilah yang terbaik dari yang jelek itu. Tapi Insya Allah, bangsa ini memiliki banyak orang baik, sadar dan saleh. Tapi kalau kebaikan ini dikumpulkan semuanya, Indonesia akan lebih baik,” ucap dia, kepada ROL, belum lama ini.

Menurut Kiai Satori, suara itu memiliki posisi penting, apakah suara seorang guru besar atau tukang becak. “Suara itu adalah amanah. Kalau kita tidak menyampaikan suara kita, berarti kita membiarkan orang-orang yang kurang baik memegang tampuk pimpinan,” kata dia. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Ridwan Chari Netcom

    mff saya ingin bertanya .???? jika kita sudah memilih pilihan salah satu calon dan setelah dia naik tahta,,,salah dalam kepemimpinan nya bagaimana???
    satu lagi jika dihati seseorang tidak ada calon pilihan yang ia pilih apa pendapat bapak tentang itu?????…..berikan pemahaman kepada orang awam yang sering dikecewakan oleh para calon pemimpin tersebut

  • BramSonata

    Dalam Kegiatan Pemilu, siapapun bebas untuk menentukan pilihannya,mau memlih atau tidak memilih, Kalau adalah istilah carilah yg terbaik dari yg jelek, bagaimana mungkin jelek ada sisi baiknya?Kalau ada insan yg mau menempuh dengan cara seperti ini, samahalnya si insan ini mengubur dirinya sendiri bersama orang yg jelek ini.
    Sementara ini, menjadi umat Islam yg baik /lurus/ dan benar amat sulit dan penuh rintangan SAMA SULITNYA menemukan tokoh /panutan/ustaz/kiayi/syeh yg LURUS/BENAR murni akidahnya, dan kesulitan ini persis mencari jarum ditumpukan jerami.

  • BramSonata

    Menurut saya memberikan suara bukan AMANAH tetapi lebih berifat HAK (boleh memberikan boleh tidak memberikan). Kalau Amanah mau tidak mau, HARUS dilaksanakan, apalagi amanah yg Islam berikan kepada umatnya.
    Inilah repotnya umat Islam yg hidup dinegeri yg bernuansa sekuler, seperti Indonesia ini.

Lihat Juga

Anakmu, Amanahmu