Home / Berita / Internasional / Afrika / Emirat Sangat Kesal dengan Kegagalan Kudeta di Libya

Emirat Sangat Kesal dengan Kegagalan Kudeta di Libya

Ali Zaidan dan Syekh Muhammad bin Zayed Ali Nahyan (alsafwanews.com)
Ali Zaidan dan Syekh Muhammad bin Zayed Ali Nahyan (alsafwanews.com)

dakwatuna.com – Tripoli. Sebuah sumber di pemerintah Libya menyebutkan bahwa Emirat sangat kesal dengan kegagalan kudeta militer yang dilakukan di Libya. Kudeta yang dimaksud adalah sebuah usaha kudeta yang dilakukan mantan panglima angkatan darat militer Libya, Khalifah Haftar, pada hari Kamis (13/2/2014). Haftar mengumumkan dalam sebuah rekaman video tentang road map berisi penggulingan pemerintah dan pembubaran dewan legislatif.

Pemimpin Emirat, Syekh Muhammad bin Zayed Ali Nahyan, kesal dan kecewa dengan kegagalan kudeta tersebut. Lantaran Emirat telah merencanakannya dalam waktu yang lama, dan membiayainya dengan dana Emirat yang cukup besar.

Kudeta yang gagal di Libya direncanakan untuk mengulangi kudeta militer yang berhasil dilakukan di Mesir, 3 Juli 2013 yang silam. Pemilihan waktunya pun ditepatkan dengan hari peringatan Revolusi Libya. Kudeta itu akan dipersepsikan sebagai sebuah usaha meluruskan kembali tujuan-tujuan revolusi, sama dengan demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 30 Juni di Mesir yang berbuntut kudeta militer.

Dana yang cukup besar diberikan Emirat kepada Haftar untuk dibayarkan kepada para pimpinan dan personil militer yang diharapkan akan membantu keberhasilan kudeta tersebut. Tidak hanya kalangan militer yang dilibatkan, ada juga kalangan politikus seperti Mahmud Jibril yang kini berusaha mendapatkan suaka politik di luar Libya. (msa/dakwatuna/ alsafwanews)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel