Home / Berita / Internasional / Asia / Terbukti Pukul Ibunya, Pria Saudi Dihukum Qishash

Terbukti Pukul Ibunya, Pria Saudi Dihukum Qishash

Hukum Cambuk (ilustrasi) - Foto: lensaindonesia.com
Hukum Cambuk (ilustrasi) – Foto: lensaindonesia.com

dakwatuna.com – Saudi.  Seorang pria di Arab Saudi dihukum penjara dan dicambuk karena memukul ibunya hingga giginya tanggal. Selain itu, pria ini harus diqishash sesuai dengan perlakuannya pada ibunya tersebut.

Pengadilan membuktikan bahwa pria itu dalam keadaan sehat jiwanya dan tidak tengah mengonsumsi narkoba atau alkohol. Pengadilan lantas memerintahkan hukum qishash, yaitu dengan dipukul hingga giginya tanggal.

Diberitakan Daily Mail yang mengutip koran Saudi, Okaz, Kamis 20 Februari 2014, pria yang tidak disebutkan namanya ini dilaporkan ibunya yang mengaku dipukul. Ibu ini dilarikan ke rumah sakit, dan pria berusia 30an itu langsung dicokok.

Saudi dikenal dengan hukuman syariahnya yang ketat dan adil. Pemberlakuan hukum “mata dibalas mata” ini sesuai dengan Al-Quran surat Al-Baqarah:178-179 yang sebagiannya menyebutkan bahwa “dalam qishash itu ada jaminan kelangsungan hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.”

Hukuman qishash baru bisa dibatalkan setelah korban memaafkan pelaku dan membayar diyat yang ditentukan.

Selain diqhisash, pria Saudi ini dianggap telah melukai orang tuanya yang seharusnya dimuliakan sesuai dengan ajaran Islam. Maka pengadilan menjatuhinya hukuman penjara lima tahun dan cambuk 2.400 kali. Hukuman cambuk dilakukan bertahap, setiap 10 hari sekali 40 kali cambukan di tengah pasar.

Dia bukan orang pertama di Timur Tengah yang dihukum karena memukul ibunya. Tahun lalu, diberitakan Gulf News, seorang pria di Laut Merah, Jeddah, dihukum penjara dengan waktu tidak terbatas. Dia baru akan dibebaskan setelah ibunya mengizinkannya. Selain itu, dia dihukum cambuk 200 kali.

Desember tahun lalu di Yaman, seorang pria dihukum cambuk 20 kali setelah menuduh istri yang baru dinikahinya tidak perawan. Istrinya ternyata lolos tes keperawanan dan tuduhan itu dianggap fitnah. (Vivanews/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • BramSonata

    Tuhan menciptakan manusia sudah barang tentu juga menetapkan hukum-hukumnya untuk dilaksanakan dan dipatuhi. Dan undang undang PASTI adil.
    Dan hukum/undang undang Tuhan tertuang dalam kitab suci Al Quran al Karim, dan diuraikan dalam hadist Rasuallah saw.
    Sekarang manusia d i b e b a s k an untuk memilihnya, mau buat undang undng/hukum buatannya sendiri a t a u berpegang teguh undang-undang /hukum Tuhan.
    Seperti diketahui undang undang / hukum Tuhan ada di ISLAM.
    Logika(nalar) saya mengatakan bahwa Umat Islam yg tidak mematuhi dan menjalankan undang undang/hukum Tuhan ini– Tuhannya umat Islam– maka saya memastikan, KELAK di didepan MIZAN, umat yg seperti ini, akan menghadapi beban yg teramat berat.

    Mengapa Umat Islam –saat ini– takut dan alergi terhadap undang-undang/hukum Tuhan, jsutru berusaha untuk menyingkirkan bahkan m e le n y a p k a n, dan menggantinya dengan buatan manusia yg sangat-sangat tidak manusiawi dan tidak adil, dengan resiko NERAKA JAHANAM yg sudah menganga pintunya untuk menerkamnya????????????.

Lihat Juga

Mengenal Fiqih Mazhab Zhahiri