Home / Berita / Internasional / Amerika / Tentara AS yang Memperkosa dan Membantai Satu Keluarga Tewas Bunuh Diri

Tentara AS yang Memperkosa dan Membantai Satu Keluarga Tewas Bunuh Diri

Steven Dale Green, Tentara AS yang dituduh memperkosaa seorang gadis Irak 14 tahun di Mahmudiyah, Baghdad, Irak - Foto: independent.co.uk
Steven Dale Green, Tentara AS yang dituduh memperkosaa seorang gadis Irak 14 tahun di Mahmudiyah, Baghdad, Irak – Foto: independent.co.uk

dakwatuna.com – Tucson.  Seorang mantan tentara Amerika Serikat (AS) yang dipenjarakan karena memperkosa seorang remaja Irak dan membantai gadis serta keluarganya pada tahun 2006 tewas dalam bunuh diri di penjara.

Laporan AFP, mengutip keterangan juru bicara Biro Penjara Federal John Stahley pada Selasa (18/2) lalu, menyebutkan mantan tentara AS bernama Steven Dale Green tersebut ditemukan “tidak responsif” di selnya oleh sipir penjara pada Kamis (13/2) lalu.

Staf penjara, menurut John, segera meminta bantuan dan memulai langkah-langkah untuk menyelamatkan jiwanya, dan Green diangkut ke pusat medis lokal. Namun, Green meninggal pada Sabtu (15/2) lalu di Tucson, Arizona. “Insiden ini sedang diselidiki sebagai bunuh diri dan adanya kecurangan tidak dicurigai,” ujar John.

Green ditemukan bersalah atas 17 tuduhan termasuk pemerkosaan, pembunuhan berencana dan obstruksi keadilan. Tiga tentara lain yang juga mengambil bagian dalam kekejaman Maret 2006 itu juga dipenjarakan seumur hidup.

Tentara berusia 28 tahun itu dituduh sebagai pemimpin geng pemerkosaan seorang gadis Irak 14 tahun di Mahmudiyah, sebuah komunitas pertanian kecil di selatan Baghdad, dan membunuh ibu, ayah dan adik sang remaja yang berumur enam tahun. Kerabat dan penduduk kota sekitar yang berjumlah 50 ribu orang menyerukan agar Green dituntut hukuman mati.

“Green telah ditahan di fasilitas Tucson sejak Februari 2010,” kata Stahley. Pengacara Green berpendapat bahwa stres pada saat di medan pertempuran setelah invasi AS pada 2003 di Irak telah membuat Green untuk melakukan kejahatan. Green telah dipecat dari tentara AS karena apa yang disebutkan gangguan kepribadian sebelum pembunuhan itu terbongkar. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 8,77 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Sejuki

    Udah mate ya??? Hmmm…… Syukurlah…

  • Fakiruncah

    Alhamdulillah..wahai kafirun laknatulloh, semoga azab Alloh bersamamu dimanapun engkau menyiksa kaum muslimin.

Lihat Juga

Turki: Kita Akan Perbaiki Hubungan dengan Mesir, Irak, dan Suriah