Home / Berita / Internasional / Asia / Demi Perjanjian Damai, AS Desak Israel Hentikan Pembangunan Permukiman Yahudi

Demi Perjanjian Damai, AS Desak Israel Hentikan Pembangunan Permukiman Yahudi

Pemukiman Yahudi - Inet (foto: kompas.com)
Pemukiman Yahudi – Inet (foto: kompas.com)

dakwatuna.com – Yerusalem.  Washington akan mendesak Israel membekukan sebagian pembangunan permukiman setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, menyampaikan kerangka perpanjangan perundingan perdamaian. Demikian kata laporan radio tentara pada Rabu.

Dengan mengutip juru runding AS yang terlibat dalam pembicaraan tersebut, radio itu mengatakan Amerika Serikat berharap ada pembekuan pembangunan di permukiman terkucil di blok luar wilayah utama Tepi Barat.

Blok itu adalah wilayah yang ingin dipertahankan Israel dalam kesepakatan damai apa pun. Blok permukiman itu merupakan daerah tempat beberapa bagian permukiman telah dibangun.

Tempatnya relatif dekat antara satu dengan yang lain dan sebagian besar dari 367.000 penduduk Tepi Barat tinggal di wilayah itu.

Kerry, yang akan bertemu dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas di Paris pada Rabu malam, saat ini sedang mengerjakan sebuah kerangka yang akan memungkinkan perundingan yang kini tengah berjalan dan memiliki tenggat waktu bulan April untuk bisa diperpanjang akhir tahun ini.

Perundingan yang diluncurkan pada Juli 2013 itu sejauh ini menunjukkan hanya sedikit kemajuan. Kedua belah pihak terus berselisih soal serangkaian masalah, termasuk pembangunan permukiman yang sedang dilancarkan oleh Israel di wilayah yang diinginkan Palestina untuk dijadikan ibu kota negara di masa depan. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Erdogan: Menjaga Al-Aqsha Bukan Tanggungjawab Anak-Anak Palestina, Tapi Muslim Sedunia