Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Membangun Guru Profesional

Membangun Guru Profesional

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Bukan Guru Asal Ngajar".
Cover buku “Bukan Guru Asal Ngajar”.

dakwatuna.com Untuk menjadi guru yang berkualitas, maka guru harus professional karena mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas utama guru yang dilaksanakan melalui proses pembelajaran, baik dilakukan di dalam kelas maupun dilakukan di luar kelas. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut, guru harus benar-benar memiliki kemampuan dan keahlian dalam melaksanakan proses pembelajaran, karena proses pembelajaran itu pelaksanaannya tidak mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan, seperti keanekaragaman sifat, kecerdasan dan perilaku peserta didik, demikian juga dalam menyampaikan materi pelajaran harus hati-hati, jangan sampai salah, karena salah sedikit saja menjadi fatal bagi peserta didik. Guru selalu dijaga dan ditemui, maka dari itu guru harus professional.

Abad sekarang merupakan abad global. Kehidupan bermasyarakat berubah dengan cepat karena dunia semakin menyatu, apalagi ditopang oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sehingga batas-batas masyarakat dan negara menjadi kabur. Ekonomi dunia  berkembang dengan pesat yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ekonomi yang berdasarkan  ilmu pengetahuan dari para pelaku ekonomi profesional. Di dalam masyarakat sederhana, berbagai pekerjaan dilakukan secara rutin. Keadaan ini tidak dapat dipertahankan di dalam ekonomi berdasarkan ilmu pengetahuan.

Masyarakat konsumen menuntut kualitas produksi yang tinggi dan terus menerus diperbaiki. Oleh sebab itu, profesinalisme merupakan syarat mutlak di dalam kehidupan global. Globalisasi mengubah hakikat kerja dari amatirisme menuju kepada profesinalisme. Memang inilah dasar dari suatu masyarakat yang berdasarkan merit system. Legitimasi dari suatu pekerjaan atau jabatan di dalam masyarakat abad sekarang tidak lagi didasarkan kepada amatirisme atau keterampilan yang diturunkan atau dengan dasar-dasar yang lain, tetapi berdasarkan kepada kemampuan seseorang yang diperoleh secara sadar dan terarah dalam menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan dan keterampilan. Termasuk di dalam perubahan global ialah profesi guru.

Sesuai dengan tuntutan perubahan masyarakat, profesi guru juga menuntut profesionalisme. Guru yang berprofesional bukan hanya sekedar alat untuk trasmisi kebudayaan tetapi mentransformasikan kebudayaan itu ke arah budaya yang dinamis  yang menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, produktivitas yang tinggi, dan kualitas karya yang dapat bersaing. Guru profesional bukan lagi merupakan sosok yang berfungsi sebagai robot, tetapi merupakan dinamisator yang mengantar potensi-potensi peserta didik ke arah kreativitas. Tugas seorang guru profesional meliputi tiga bidang utama, yaitu:

  1. Dalam bidang profesi,
  2. Dalam bidang kemanusiaan, dan
  3. Dalam bidang kemasyarakatan.

Dalam bidang profesi, seorang guru professional berfungsi untuk mengajar, mendidik, melatih dan melaksanakan penelitian masalah-masalah kependidikan.

Dalam bidang kemanusiaan, guru profesional berfungsi sebagai pengganti orang tua khususnya di dalam bidang peningkatan kemampuan intelektual peserta didik. Guru profesional menjadi fasilitator untuk membantu peserta didik mentransformasikan potensi yang dimiliki oleh peserta didik menjadi kemampuan serta keterampilan yang berkembang dan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Di dalam bidang kemasyarakatan, profesi guru berfungsi untuk memenuhi amanat dalam pembuakaan UUD 1945, yaitu ikut serta di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Sesuai dengan yang direferensikan tugas dari suatu masyarakat modern, sudah tentu tugas pokok utama dari profesi guru profesional ialah di dalam bidang profesinya tanpa melakukan tugas-tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan lainya.

Seorang guru professional dapat mengadakan evaluasi di dalam proses pembelajaran, dan membimbing peserta didik untuk mencapai tujuan program pembelajaran dan mengajar. Selain itu seorang guru profesional adalah seorang administrator, baik didalam administrasi proses pembelajaran maupun di dalam kemampuan manajerial lingkungan sekolah.

Sebagai seorang pendidik, seorang guru profesional adalah seorang komunikator. Ia dapat berkomunikasi dengan peserta didiknya dalm upaya untuk mengembangkan kepribadian peserta didiknya. Selanjutnya, sebagai suatu profesi yang terus menerus berkembang, seorang guru profesional hendaknya mampu mengadakan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan peningkatan profesional seorang pendidik.

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 4,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Guru SGI.
  • Azhar Cani

    kalau disadari peran itu oleh guru seluruh Inonesia maka dalam waktu singkat bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa yang cerdas seperti negeri tetangga, tapi apa maudikata, di era otonomi dan era pemekaran wlayah, guru sudah jadi birokrat yang tak jauh dan sepi dari aroma korup.

Lihat Juga

Siswa dan Orangtua yang Terlibat Pemukulan Guru di Makassar Jadi Tersangka