Home / Berita / Daerah / PKPU Bantu Warga Korban Gunung Kelud

PKPU Bantu Warga Korban Gunung Kelud

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Relawan PKPU membantu Warga korban erupsi Gunung Kelud - Foto: PKPU
Relawan PKPU membantu Warga korban erupsi Gunung Kelud – Foto: PKPU

dakwatuna.com Jakarta. Letusan gunung Kelud mengakibatkan hujan batu dan abu di sejumlah daerah kabupaten/ kota Kediri, kabupaten Blitar, kabupaten Malang, dan kota Batu.

Selain hujan batu, lahar panas juga tumpah menuju sungai. Hujan batu terpantau sampai ke wilayah kecamatan Pare pada pukul 23.36 WIB. Pada pukul 23.41 WIB, hujan batu sebesar ibu jari kaki melanda wilayah kecamatan Wates dan Pesantren Kota Kediri. Pada pukul 23.55 WIB, hujan batu ini menjangkau kawasan SLG.

Tim relawan dari PKPU, lembaga kemanusiaan nasional turut melakukan evakuasi khususnya di daerah Wates dan Blitar.

“Saat ini tim evakuasi diperintahkan untuk kembali  sampai kondisi kembali normal,” kata Haryono dari PKPU kepada wartawan, Jumat (14/2/2014).

Haryono menambahkan, saat ini kebutuhan yang mendesak untuk komunitas terdampak adalah penyediaan masker, MCK, air bersih, air minum dan makanan.

PKPU telah membagikan masker di sejumlah kota seperti Blitar,  Solo dan Yogyakarta yang terkena imbas.  “Kami juga akan segera mendistribusikan keperluan logistik, mendirikan dapur air dan serambi nyaman,” katanya.

Berdasarkan data yang ada di perkirakan jumlah pengungsi mencapai 66ribu Jiwa.  Desa Ngancar 28 ribu jiwa dari 29 titik, Desa Kepung sebanyak 18ribu Jiwa dari 42 titik, Desa Puncu 11ribu Jiwa dari 37 titik dan Desa Plosokalen 6ribu Jiwa dari 6 titik.

Gunung Kelud, Jawa Timur (Jatim) meletus pada pukul 22.50 WIB, Kamis 13 Februari 2014. Letusan tercatat terjadi selama empat kali. Terdiri pada pukul 22.55, pukul 23.00, pukul 23.23, dan pukul 23.29 WIB. Letusan terbesar terjadi pada yang keempat. Erupsi ke Arah Barat Daya. Radius aman diatas 10 KM.

Wilayah  yang terdampak radius 10 KM Blitar, Kediri, dan Malang. Wilayah sebaran abu vulkanik hingga daerah Solo, Ponorogo, Pacitan, Yogyakarta, Boyolali, Magelang, Purworejo, Temanggung.

Selama periode 1 Januari hingga 2 Februari 2014 terjadi peningkatan jumlah gempa Vulkanik Dangkal (VB). Peningkatan cukup signifikan dimulai pada tanggal 15-16 Januari 2014, yaitu jumlah 22 dan 24 kali kejadian. Peningkatan jumlah gempa VB cenderung terus naik namun berfluktuatif (pada tanggal 28 Januari 2014 mencapai 33 kali kejadian dan 2 Februari 2014 hingga pukul 11.00 mencapai 68 kali kejadian.

Dari peningkatan yang terjadi dan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya gunungapi Kelud maka terhitung tanggal 2 Februari 2014 pukul 14.00 WIB status kegiatan dinaikkan dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II).

Setelah naik statusnya dari Siaga menjadi Awas, gunung Kelud, Jawa Timur, akhirnya meletus pada hari Kamis (13/2/2014) malam. Sampai hari Jumat (14/2/2014) dini hari, letusan belum berhenti. (KIS/ER/PKPU/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sukismo

Lihat Juga

HAI UEA – PKPU Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Sindang Asih Bogor