Home / Berita / Daerah / Pengamat: 15 Bulan Memimpin, Jakarta Baru Malah Tanpa Arah

Pengamat: 15 Bulan Memimpin, Jakarta Baru Malah Tanpa Arah

Jokowi dan Basuki Tjahya Purnama - Foto: ahok.org
Jokowi dan Basuki Tjahya Purnama – Foto: ahok.org

dakwatuna.com – Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dinilai belum bisa membuktikan jargon ‘Jakarta Baru’, yang diteriakan saat kampanye Pilkada DKI  Jakarta tahun 2012 lalu.

“Dalam 15 bulan memimpin, ternyata Jakarta malah tanpa arah. APBD 2013 tidak hanya terlambat ditetapkan, realisasi penyerapan pun tidak optimal, sehingga program pembangunan sepanjang 2013 banyak yang terbengkalai,” kata pengamat politik, Amir Hamzah, Kamis (13/2/2014).

Menurut Amir, penyelenggaraan pemerintahan, baik dalam bentuk rotasi jabatan maupun lelang jabatan, berlangsung tidak taat asas. “Yang lebih parah lagi, sudah 10 bulan jabatan sekda menjadi kosong,” jelasnya.

Sementara Ketua Forum Pemuda Betawi (FPB) Rachmat HS menilai, tidak hanya dalam segi pemerintahan dalam penanganan masalah Jakarta, Jokowi juga dianggap belum memiliki solusi.

“Dalam 15 bulan Jokowi menjadi gubernur, belum ada solusi yang terukur,” katanya.

Ia mencontohkan dalam masalah banjir, yang terjadi belakangan ini membuktikan tak adanya upaya penanganan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

“Banjir bukan cuma karena curah hujan yang tinggi, melainkan banyak faktor yang menyebabkan banjir, misalnya saluran yang tidak bagus, drainase mampet, pompa air banyak yang tidak berfungsi dengan baik, dan aparat yang kinerjanya amburadul,” ungkapnya.

Ia pun meminta Gubernur Jokowi dan wakilnya Ahok untuk fokus mengatasi masalah utama di Jakarta. Begitu juga dengan kemacetan yang saat ini semakin menjadi. Seperti janji Jokowi-Ahok ketika kampanye Pilkada DKI 2012 lalu.

Sekedar diketahui, dalam survei yang digelar salah satu lembaga survei menyebutkan tingkat kepuasan warga Jakarta terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengalami penurunan.

Berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN), persentase kepuasan warga DKI terhadap kinerja Jokowi dan Ahok ini sangat memprihatinkan. Program Jokowi, seperti pendidikan, kesehatan, kemacetan lalu lintas dan banjir menjadi dianggap belum maksimal. (inilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,07 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Bayu Khairul

    blusukan sama pencitraan mulu sih

    • Dian Daily Reader

      liatnya cuma dari 1 sudut pandang sih

      • mamase

        liatnya pake mata yg kena katarak, brow… tanya tuh ke masyarakat luas JKT, jangan sm pengamat pesanan…

  • Lock Nut

    Tanpa ARAH ? Makanya kalau blusukan bawa GPS dong. Kalau nggak punya pakai GPS (Gunakan Penduduk Setempat)…. Blusukan terus kapan kerjanya ? Jd karyawan kalau blusukan terus bisa di gorok… enak jd Gubernur gara-gara blusukan doang bisa jd capres….!

    • Dian Daily Reader

      blusukan itu kan termasuk kerja juga,…..

      • Lock Nut

        Jokowi itu Gubernur, dia itu punya anak buah… kalau dia sendiri yang harus blususkan terus trus apa gunanya anak buah ? Kalau dia blusukan terus lantas siapa yang akan menyusun stategi dan menjalankan pemerintahan. Pemimpin yang punya leadership dan karakter yg kuat dia akan di percayai oleh anak buahnya dan sebaliknya jg akan percaya pada anak buahnya.

        Kalau jokowi jd presiden maka 5 tahun akan habiis hanya untuk BLUSUKAN…

        • Dian Daily Reader

          terus kerja pemimpin itu apa? pemikiran anda tu terlalu sempit,….nyusun strategi bisa dimana saja, leadersip dan karakter yg baik itu ya seperti itu, baca bukunya john c maxwell, anak buah percaya ketika punya contoh yg baik, kl pemimpin d kantor terus anak buah akan berfikir pemimpinnya aja malas,….gaya pemimpin yg bagus kok malah d salahkan, keliatan kualitasnya,….

        • captainc

          blusukan itu gunanya sama seperti SIDAK, menentukan mana laporan ABS, mana yang jadi masalah. tapi ahok lebih pinter, dia punya mata2 dan menggunakan laporan masyarakat.

    • mamase

      terus gimana bos? kita2 ngikut ente gitu ngedukung LHI sbg capres?

      • Lock Nut

        Memang jokowi sudah jadi Nabi bagi para pengikutnya. nggak boleh di kritik….

        • mamase

          ente berlebihan boss…kami menjuluki Jokowi sbg pemimpin yg amanah dan berkompeten…

          gak banyak di indonesia pemimpin spt Jokowi….

          Jokowi, Risma adl pemimpin bagus yg langka..

          Meskipun produk parpol nasionalis, tp luar biasa mereka.. gak suka obral agama…

          orang yg ilmu agamanya tinggi belum tentu berkompeten sbg pemimpin… mgkn lbh cocok jd pemimpin/ imam shalat…

          silahkan saja mengkritik.. tapi beri solusi donk… siapa yg lbh baik drpd jokowi….

          jangan malu2 dan munafik.. kalo mau dukung aher ato anis matta ato LHI yaa jujur saja…… uraikan argumennya….

  • Dian Daily Reader

    jgn liat outputnya doang, deskripsi dari problemnya juga dong,….liat tu di youtube deskripsinya,…..infonya kurang empiris,….

  • Defri Mc’ Niago

    berita menyesatkan masyarakat.

    • mamase

      biasa om… kebencian dan fitnah berkedok agama….

      • Bocah Ganteng

        Kalo yg jelek ttg jokowi itu namanya fitnah yaaa …., kalo yg bagus2 itu namanya fakta yaaa … khas penyembah jokowi

        • captainc

          apa yang jelek dari jokowi dan ahok?

  • Randi Hakim

    kira2 kalo pengamatnya yg di kasih tanggung jawab apa bisa lebih baik dari apa yg dilakukan jokowi-ahok sekarang,,,,

    hargailah proses yang terjadi, sabar dan ttp dukung program2 yang sedang dijalankan,
    tularkan optimisme biar pemimpinnya jg semakin giat bekerja
    kalo mau kritik cb lgsg aja, jgn kebanyakan berkoar-koar di media
    berikan solusi konkrit

  • mamase

    iyaa… benerrr… jakarta tanpa arah… yg sangat terarah skrg Jabar n Depok… Jabar n Depok maju pesat… kmrn pun terbebas dr Banjir…. luarr biasaa… dr partai apa sih Gub Jabar n Walikota Depok??

    • eagle7602

      Benar sekali. Pancoran Mas dan Kali Laya yang banjir bukan di Depok lho. Bekasi dan Karawang yang banjirnya parah itu bukan Jawa Barat lho. Memang hebat Walikota dan Gubernurnya.

      • mamase

        setuju gan.. itulah bagusnya kalo daerah dipimpin oleh parpol paling suci sedunia…..

  • Erik Eri

    Wong biasa nya jokowi memimpin daerah yg yg jumlah penduduk dan luas nya+2% nya jakarta, ys mana sangguplah jokowi. Belum kelas nya dan belum kemampuan nya.

  • barajati parobahan

    jngn sok tau lo,ngk sah menyesatkan ..orang dah pada pinter mna yg bener mana yg kaya nyet…..pa lg yg di katakan Bapak amir hamzah..

  • Rizers Straŋgers

    hahahhahaha, media dakwah kok jd media Politik ? dibayar brp nih ? dah dpt nasi bungkus lom ?

    • Lock Nut

      JUIB and JASMEV detected….. !

      • captainc

        dasar goblog, semua dianggap juib dan jasmev, sekalian aja semua 50.1 persen yang milih pasangan ini pas dulu pemilihan pemimpin jakarta

        • Lock Nut

          Lho kok marah… pasti belum kebagian Nasi Bungkus ya…

          wekekkk… markas jasmev di menara 165 Tb Simatupang

          • captainc

            gak marah, ini hanya pengamatan.

  • Lock Nut

    Kalau Jokowi jadi presiden maka 5 tahun masa pemerintahannya akan habis untuk BLUSUKAN. Berapa ribu kecamatan dan desa di indonesia yang akan di hadiri.

  • Bocah Ganteng

    Siapa bilang tanpa arah? arahnya jelas dan terang benderang … menuju kehancuran

  • Bocah Ganteng

    Siapa bilang tanpa arah? arahnya jelas dan terang benderang … menuju kehancuran

Lihat Juga

Ketua MUI Din Syamsuddin.  (panjimas.com)

Ulama Minta Umat Islam Kawal Kasus Ahok