Home / Berita / Internasional / Asia / Maraknya Pelecehan Seksual Terhadap Tahanan Wanita di Irak

Maraknya Pelecehan Seksual Terhadap Tahanan Wanita di Irak

Laporan Human Rights Watch tentang pelanggaran HAM di penjara Irak (elmarsad.org)
Laporan Human Rights Watch tentang pelanggaran HAM di penjara Irak (elmarsad.org)

dakwatuna.com – Baghdad. Human Rights Watch (HRW) menerbitkan laporan temuannya hari ini, Kamis (13/2/2014) tentang palanggaran HAM yang terjadi di Irak. HRW menjelaskan, pemerintah menahan ribuan wanita Irak tanpa dasar hukum yang jelas. Kebanyakan tahanan wanita tersebut mengalami penyiksaan, perlakuan kejam, bahkan pelecehan seksual.

Untuk menjatuhkan vonis kepada mereka, biasanya pemerintah menggunakan pengakuan mereka yang diambil dengan cara paksaan dan siksaan. Proses pengadilan yang dilakukan juga jauh di bawah standar internasional. Misalnya, beberapa dari mereka harus mendekam di tahanan berbulan-bulan, bahkan tahunan, tanpa diproses persidangannya.

Dalam laporannya, HRW mendapatkan kesaksian dari para tahanan wanita tersebut. Kesaksian diambil di antaranya langsung saat mereka masih berada dalam tahanan, melalui keluarga tahanan, atau melalui tenaga kesehatan yang bertugas di tahanan.

Di antara kekejaman yang dialami para tahanan wanita tersebut, sesuai kesaksian mereka, adalah dipukul, ditampar, digantung dengan posisi kaki di atas, dicambuki kakinya, disengat listrik, diperkosa, diancam perkosaan saat interogasi, dipaksa menanda-tangani berita acara pemeriksaan tanpa mengetahui isinya, dan sebagainya.

Joe Stork, wakil direktur eksekutif divisi Timur Tengah dan Afrika Utara HRW, mengatakan, “Pejabat keamanan Irak bertindak seakan-akan sikap kejam kepada kaum wanita akan menjadikan negara itu lebih aman. Realitanya, para tahanan wanita itu dan kerabat mereka mengatakan bahwa selama pelanggaran HAM itu masih saja dilakukan oleh keamanan Irak, maka kondisi keamanan di Irak akan terus memburuk.” (msa/dakwatuna/elmarsad)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Sultan Raja Bungsu

    mana lebih bagus dari masa pemerintahan Saddam Husein, itulah peranan orang syiah di irak untuk menguasai negara Irak keseluruhannya dan menjadikan Irak sebagai negara iran, kita sama2 lihat nantinya

Lihat Juga

SNHR: Sebulan Lebih dari 1.550 Warga Sipil Suriah Gugur, Indikasi Kuat Mereka Sengaja Ditarget