Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Menjaga Hati Agar Tidak Sakit

Menjaga Hati Agar Tidak Sakit

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Berbicara masalah hati, tentu akan jadi hal menarik untuk dibahas. Bila melihat kaum muslim saat ini, ternyata masih ada orang-orang yang memiliki keteguhan hati dalam membela agama Allah dan kesabaran menghadapi ujian yang dialami. Selanjutnya, apa yang membuat umat Islam agar memiliki keteguhan hati dan kesabaran? Ada beberapa alasan terkait hal tersebut, antara lain:

  1. Memiliki kekuatan iman yang kokoh. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena penyerahan diri pada Allah dengan beriman dan percaya total kepada Allah akan menguatkan hati manusia.
  2. Memiliki pemimpin yang tangguh. Hal ini akan memberikan dukungan pada umat Islam yang menjadi orang-orang yang dipimpin. Pengaruh pemimpin cukup besar dalam mengubah atau mempengaruhi para pengikutnya baik dari segi pemikiran, mental, motivasi, dan sebagainya.
  3. Tanggung jawab setiap muslim dipegang oleh setiap manusia. Dengan menyadari hal ini, artinya setiap muslim akan menyadari bahwa apapun yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Oleh karenanya, kesabaran akan membuat mereka terus berusaha dengan cara terbaik yang mampu dilakukan.
  4. Iman pada akhirat. Dengan mengimani akhirat, kita menjadi ingat akan tanggung jawab dan amanah kita. Sehingga kita bisa lebih menghargai dan memanfaatkan hidup dengan penuh kesyukuran.
  5. Berpegang teguh pada Al-Quran. Al Quran membuat hidup manusia terarah. Jika Al-Quran sudah merasuk dalam diri manusia dengan sepenuh hati dan kasih sayang yang tulus, manusia akan menjadi teguh menghadapi cobaan.
  6. Memiliki kabar kegembiraan. Orang-orang yang diberi kabar kegembiraan akan memiliki harapan dan optimis terhadap apa yang akan terjadi.

Hati yang dimaksud di sini bukanlah heart, melainkan liver sebagai letak iman manusia. Jantung ini dianggap sebagai second brain yang mengendalikan perbuatan manusia dan memiliki memory hidup manusia. Ia merekam banyak hal yang kita lakukan, pikirkan, katakan, dan sebagainya.

Ada tiga jenis hati, yaitu hati yang sehat (hati yang selalu selamat dari keinginan yang tidak sesuai dengan syariat Allah), hati yang mati (hati yang sudah tidak berfungsi), dan hati yang sakit (hati yang maish berfungsi namun tidak optimal atau bertentangan dengan aturan yang diajarkan Allah). Hati yang sakit inilah yang lebih banyak dialami manusia.

Bagaimana ciri hati yang sakit? Berikut ini pembahasannya:

  1. Sulit meraih sesuatu yang mengikuti aturan Allah. Sebagaimana diterangkan dalam QS. Adz-Zariyat ayat 56, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” Ayat ini menerangkan bahwa yang semestinya dilakukan manusia adalah hanya beribadah Allah, tentunya bukan hanya ibadah formal. Hati yang sakit akan sulit mengikuti perintah Allah, justru mengikuti hawa nafsu/syahwat/kecintaan pada dunia.
  2. Tidak terganggu atau merasa bersalah ketika melakukan maksiat. Misalnya, tidak shalat malam, mengabaikan targetan-targetan karena tidak komitmen dan konsisten.
  3. Tidak sakit dengan kebodohan terhadap Islam, tidak merasa perlu, tidak merasa penting, tidak mau belajar tentang Islam sehingga hal ini akan memicu kekufuran.
  4. Penderita hati yang sakit beralih dari makanan ke racun. Bila diibaratkan makanan adalah ketaatan, ibadah, kebaikan, namun ia jusru memilih racun (nafsu syahwat). Ia lebih mementingkan egonya untuk memuaskan nafsunya dengan mengabaikan kebaikan-kebaikan yang lain.

Lalu, bagaimana untuk menghidupkan hati kembali? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

  1. Berdzikir. Dzikir yang terbaik adalah dengan membaca Al-Quran.
  2. Istighfar. Hal ini berguna untuk meleburkan dosa-dosa kita dan menyadarkan diri atas kesalahan kita.
  3. Doa. Dengan berdoa, manusia menempatkan Allah sebagai Dzat yang paling tinggi, memposisikan Allah sebagai tempat kita meminta, kita kecil dihadapannya, dan hanya Allah Yang Maha Berkuasa.
  4. Shalawat. Hal ini menjadikan Rasul sebagai qudwah bagi kita.
  5. Shalat malam. Begitu banyak keutamaan shalat malam sebagaimana Rasulullah Saw telah ajarkan.

Lakukanlah secara rutin kelima hal tersebut untuk menjaga hati kita agar tidak sakit. Membaca Al-Quran atau berdzikir, beristighfar, berdoa, bershalawat, dan mendirikan solat malam. Semoga akan senantiasa menjaga kita dari keburukan-keburukan yang terjadi dan menjaga hati kita agar tidak sakit.

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 9,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Psikologi UI 2010, suka dengan topik perempuan. Hobi diskusi dan jalan-jalan.
  • Safir

    SubhanAllah, Sejuk banget

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Sebutir Noda di Hati