Home / Berita / Nasional / Ternyata Lomba Hafalan Hadits Belum Populer, Kenapa?

Ternyata Lomba Hafalan Hadits Belum Populer, Kenapa?

Lomba Hafalan Quran - Ilustrasi (Foto: rumahtahfidz-pppasby.com)
Lomba Hafalan Quran – Ilustrasi (Foto: rumahtahfidz-pppasby.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Lomba hafalan hadits belum populer seperti lomba hafalan Al-Quran. Wakil Ketua panitia musabaqah hafalan Al-Quran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat Asia Pasifik, Sobahussurur mengatakan di beberapa negara Islam, lomba hafalan hadits ternyata kurang populer.

Umumnya, negara-negara Islam baru menyelenggarakan lomba hafalan Al-Quran. Indonesia, kata dia menjadi salah satu negara pionir yang turut mempopulerkan lomba hafalan Al-Quran dan hadits dalam satu kompetisi yang digelar bersama-sama.

“Kita ingin mempopulerkan agar hafalan bukan hanya hafalan Al-Quran tapi juga ingin memasyarakatkan hafalan hadits,” ujar dia, saat ditemui di sela-sela lomba  hafalan Al-Quran dan Hadits pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat Asia Pasifik di masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/2).

Ia mengatakan menghafal hadits sama pentingnya dengan menghafalkan Al-Quran. Dengan mengadakan lomba hafalan Al-Quran dan hadits bersama-sama menurut dia menjadikan masyarakat juga lebih berminat mengikuti lomba hafalan hadits. Di Indonesia, lomba hafalan Al-Quran dan hadits sudah diselenggarakan sebanyak 12 kali.

Menurut dia, dengan adanya kompetisi seperti ini, kini mulai banyak pesantren atau lembaga Islam yang juga turut mengadakan lomba hafalan hadits. “Kita sudah disuruh berpegang teguh kepada dua hal yang kalau kita berpegang teguh kepadanya tidak akan tersesat yakni Al-Quran dan Hadits,” ujarnya.

M Aini, salah satu juri hadits dalam kompetisi ini mengatakan umumnya di setiap kompetisi, jumlah peserta hafalan hadits memang tidak sebanyak peserta hafalan Al-Quran. Pengajar di Pondok Pesantren Al-Amin Madura ini mengatakan tingkat kesulitan menghafal hadits relatif lebih tinggi dibandingkan menghafalkan Al-Quran. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Penyebutan Kata “Mesir” di Dalam Al-Quran