Home / Berita / Daerah / Gubernur DIY: Ahlan Wa Sahlan MIUMI DIY

Gubernur DIY: Ahlan Wa Sahlan MIUMI DIY

Pengurus MIUMI DIY periode 2014 - 2016 (Foto: MIUMI DIY)
Pengurus MIUMI DIY periode 2014 – 2016 (Foto: MIUMI DIY)

dakwatuna.com – Yogyakarta.  Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubowono X,  menyambut baik kehadiran Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di D.I Yogyakarta.  “Selamat datang, Ahlan Wa Sahlan, Sugeng Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (MIUMI DIY), seperti dibacakan Drs. Sulistiyo, SH, CN, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra,  di Gedung PDHI, Sabtu (8/2).

Gubernur DIY berharap MIUMI DIY dapat berkontribusi bagi dakwah Islam di Yogyakarta.  Sekaligus memberikan sumbangsih nyata bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.  “Kehadiran MIUMI diharapkan dapat mengoptimalkan peran ulama dan membantu otoritas keulamaan, sehingga lembaga – lembaga keagamaan lain yang sebelumnya telah lebih dahulu eksis, dapat terbantu perjuangannya.  Kami juga berharap, lembaga ini dapat menampilkan watak Islam yang sesungguhnya, sebagai agama kasih sayang, cinta damai, berorientasi kemajuan dan masa depan,” pesan Sri Sultan.

Dalam orasinya yang berjudul “Memerdekakan Ummat dengan Persaudaraan”, Ketua MIUMI DIY, Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., MA,  mengingatkan tentang  perasaan rendah diri akut yang masih menjangkiti umat Islam, termasuk para cendekiawannya.  “Banyak Cendekiawan Islam yang merasa rendah diri dengan Islamnya, sehingga tanpa kritis menerima nilai-nilai dan wacana Barat lantas menelannya mentah-mentah.  Padahal, nilai-nilai itu tidak lepas dari bias pengalaman Barat yang menganggap dirinya superior dari peradaban yang lain,” ujar Ustadz Ridwan Hamidi.

“Hari ini, lebih dari 1,6 Milyar penduduk dunia beragama Islam.  Lebih dari 60%-nya berada di Asia Pasifik, dan itu mayoritas menghuni sebuah negeri yang bernama Indonesia, yang diperjuangkan dengan jihad para Ulama.  Sayang, kemerdekaan politik yang diraih pada tahun 1945 itu belum sepenuhnya mengenyahkan keminderan umat Islam yang merupakan mayoritas penduduknya,” tambahnya.

Keminderan ini melahirkan problematika multidimensi, berupa krisis akidah dan akhlak, kelemahan ilmu dan kerancuan pola pikir, serta merosotnya otoritas ulama dan kepemimpinan umat dan bangsa.  “MIUMI hadir untuk menjawab tantangan zaman ini.  Untuk memperjuangkan kokohnya akidah, meningkatkan ilmu pengetahuan dan membangun persatuan umat dan bangsa, melalui revitalisasi lembaga dan penyatuan potensi intelektual dan keulamaan,” tegas Ustadz Ridwan Hamidi.  Secara khusus, Ketua MIUMI DIY menyatakan bahwa lembaga ini akan bekerja untuk masyarakat DIY dengan semangat bersatunya hati dan saling memahaminya para intelektual dan ulama. “Walaupun mungkin ada perbedaan di sana sini, tentu selama bukan perbedaan yang mendasar dalam persoalan aqidah,” ujarnya. MIUMI DIY InsyaaAllah juga akan bekerja dengan konteks keistimewaan Yogyakarta dan kemajemukannya. Sejarah panjang DIY memang tidak bisa terlepas dari peran para ulama di tengah masyarakat.

Pengurus MIUMI DIY periode 2014-2016 dalam kesempatan tersebut dilantik langsung oleh Sekjen MIUMI Pusat, Bachtiar Nasir Lc,MM.  Berbagai tokoh dari kalangan pejabat Pemrov DIY, Kemenag DIY, Polda DIY, MUI, para tokoh ulama hingga pimpinan ormas Islam dan organisasi pemuda menghadiri peresmian MIUMI tersebut. Para tokoh yang memberikan sambutannya antara lain :  Sekretaris  MUI DIY, Ahmad Muhsin Kamaluddiningrat, Kepala Kemenag DIY, Kapolda DIY yang diwakili oleh AKBP. Drs. H. Zainal Arifin, SH, Sst Mk, Kabag Bin Opsnal Ditbinmas POLDA DIY, dan beberapa sesepuh Ulama DIY.  Para tokoh mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran MIUMI DIY yang diharapkan dapat bersinergi memperjuangkan Islam di Yogyakarta.

Berikut ini pengurus lengkap MIUMI DIY periode 2014-2016 yang dilantik Sekjen MIUMI Pusat, Ustadz Bachtiar Nasir, Lc, MM :

Ketua: Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., MA.
Wakil Ketua: Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I.
Sekretaris: Dr. Subhan Afifi, M.Si.
Bendahara : Fani Rahman
Bidang-Bidang :

1. Dakwah:
– Sigit Yulianta, ST, M.S.I.
– Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D.

2. Kaderisasi Da’i:
– -Beny Abdurrahman, S.Pd.I, M.P.I.
– Syatori Abdur Rouf.

3. Penelitian dan Pengembangan:
-Muhammad Agung Bramantya, S.T., M.T., M.Eng., PhD.
-Alfi Syahar, MA

4. Pendidikan dan Pelatihan:
-Okrisal Eka Putra, Lc., M.Ag.
-Mohammad Fauzil Adhim

5. Informasi dan Komunikasi:
-Akhmad Arif Rif’an, S.H.I., M.S.I.
-Salim A Fillah.

(miumi/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

logo NU

Adnan: Keragaman Kader Kekuatan NU

Organization