Home / Narasi Islam / Resensi Buku / How To Be a True Moslem Girl; Pocket Series

How To Be a True Moslem Girl; Pocket Series

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "How To Be a True Moslem Girl; Pocket Series".
Cover buku “How To Be a True Moslem Girl; Pocket Series”.

Judul: How To Be a True Moslem Girl; Pocket Series
Pengarang: Deasylawati P, Khalatu Yahya (editor)
Penerbit: Afra Publishing
Tempat Terbit: Surakarta
Cetakan: Pertama, Juni 2009
Jumlah Halaman: 112 halaman
Harga Buku: Rp.12.500,-

Menjadi Muslimah Sejati itu Gampang!

dakwatuna.com ‘Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah’ (H. R. Muslim). Hadits ini sudah tidak asing bagi kebanyakan umat muslim, apalagi di telinga makhluk yang jelas tercantum jenisnya dalam hadits tersebut, yaitu wanita. Dalam Islam wanita muslimah memiliki andil besar dalam kehidupan, baik dalam agama, pemerintahan, kekuasaan, politik, dan sebagainya. Karenanya jika segala sesuatu itu bertolak kepada wanita shalihah, maka dunia ini akan menjadi perhiasan, layaknya pernyataan hadits di atas.

Seri pocket book yang bernomor ISBN 979-1397-56-2 ini adalah edisi mungil dan imut dari buku aslinya yang berjudul sama, yaitu How To Be a True Moslem Girl. Diterbitkannya seri pocket book ini bertujuan agar pembaca setia yang lain dan tak bukan adalah para remaja putri supaya bisa membacanya di mana pun karena ukuran bukunya yang lebih mini dari buku aslinya yang dapat disimpan di dalam saku.

Deasylawati Prasetyaningtyas lahir di Magelang 2 Desember 1984, Deasy mulai aktif menulis sejak bergabung dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Solo pada bulan Agustus 2005. Awal ia mengirimkan naskah ceritanya adalah dalam lomba novellet yang diadakan oleh Majalah Muslimah tahun 2004, dari lomba tersebut ia berhasil meraih penghargaan pertama dengan judul ‘Alasan untuk Kembali’ (Juli, 2005). Meski lulusan Poltekkes yang umumnya tidak bergelut di dunia penulisan, prestasinya dalam menulis tidak bisa dipungkiri. Begitu banyak buku-bukunya yang best seller, dan di antaranya adalah buku aslin How to Be a True Moslem Girl dan seri pocket book ini. Selain seri pocket book How to Be a True Moslem Girl ini, beberapa buku best seller yang ia tulis hampir semuanya berhubungan dengan kondisi remaja saat ini, sehingga banyak konsumennya adalah remaja.

Seri pocket book ini meski ukurannya lebih mini dari buku aslinya, seri pocket book ini tetap menyajikan kualitas substansi yang tidak jauh berbeda dengan buku aslinya, hanya saja penulis meringkasnya agar lebih praktis untuk dibaca namun tidak mengurangi kualitasnya. Dan istimewanya, dalam seri pocket book ini ditambah dengan tips dan trik untuk menjadi panduan muslimah sejati yang belum ada pada buku aslinya. Fantastis bukan?

How To Be a True Moslem Girl seri pocket book yang laris manis ini terdiri atas sembilan bab. Diawali dengan pendahuluan yang singkat, padat, dan jelas mengenai sosok muslimah sejati yang disukai Allah, dan juga menjelaskan seorang muslimah jangan hanya mengaku dirinya adalah muslimah namun kelakuan dan pengetahuannya sama sekali jauh dari syar’i.

Pada bab pertama, penulis mendeskripsikan sebenarnya cantik itu apa. Kecantikan yang abadi dan dicintai Allah ialah kecantikan batiniah yang bahasa kerennya adalah inner beauty. Kecantikan batiniah inilah yang keluar dan memancar dari dalam diri seorang wanita. Memiliki citra diri yang positif dan berakhlak mulia. Berbeda dengan kecantikan lahiriah, yang pada umumnya setiap wanita berbeda kecantikan lahiriahnya. Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya, maka kita harus tetap mensyukurinya. Jika menilai dari kecantikan lahiriah, tidak akan abadi kecantikannya karena kecantikan lahiriah akan pudar seiring bertambahnya usia. Jadi, come on girls! Pancarkan kecantikan batiniahmu!

Selanjutnya pada bab kedua, penulis mengulas perintah untuk memakai jilbab bagi muslimah. Tertulis jelas dalam Al Qur’an perintah memakai jilbab bagi muslimah (Al Ahzab: 59). Tidak ada lagi tawar menawar terhadap perintah Allah tersebut, karena sejatinya perintah mengenakan jilbab justru diturunkan Allah untuk menyelamatkan muslimah, agar mereka dikenali, dan terjaga dari syahwat nafsu laki-laki. Hal ini terbukti, pada zaman jahiliah jika para wanita muslimah memakai jilbab maka orang-orang jahat akan tahu bahwa wanita itu merdeka (bukan budak) sehingga mereka tidak diganggu. Dalam bab kedua ini juga dijelaskan mengenai aurat-aurat muslimah, dan mahram (orang yang haram untuk dinikahi), serta panduan jilbab yang memenuhi syarat syar’i yang dapat membantu muslimah agar dengan gampang menjadi muslimah sejati.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan wanita mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab: 59).

Sekali lagi ayat ini muncul dalam pembahasan bab ketiga yang menjelaskan model baju muslimah sejati. Dari ayat di atas dapat diartikan bahwa busana muslimah dalam Islam adalah jilbab. Busana muslimah sejati baiknya memiliki dampak kebaikannya juga untuk penampilannya. Maka meski mengenakan jilbab, muslimah sejati juga bisa modis namun tetap sesuai syarat syar’i dalam berpakaian.

Pada bab keempat, penulis mengajak para muslimah untuk mengetahui apa saja tentang tubuh muslimah, yang biasanya ada beberapa muslimah yang tidak mengetahui tentang tubuhnya sendiri. Maka pada bab ini dapat diambil ilmu-ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan kondisi fisik wanita agar dapat menjadi manfaat untuk kemudian kelak. Selanjutnya pada bab kelima, penulis menjelaskan tentang si Miss M (menstruasi), masalah-masalah yang sering dihadapi para wanita ketika si Miss M datang, dan beberapa tips untuk mencegah dan mengatasi kendala yang kemungkinan ada ketika si Miss M itu datang.

Setelah membahas tentang tubuh muslimah dan informasi tentang si Miss M, pada bab keenam penulis mengajak para muslimah untuk kembali memperhatikan perawatan alat reproduksinya. Dengan mengetahui tata cara perawatan alat reproduksinya, muslimah sejati bukan hanya akan tampak terawat kecantikan luarnya saja tetapi kecantikan bagian dalam pun akan terawat.

Silakan pacaran…? Wah, pada bab ketujuh ini masalah pacaran memang sudah tidak asing lagi di kalangan remaja, begitu pula bagi muslimah. Dalam Islam tidak ada ajaran untuk pacaran, pacaran yang biasanya dijadikan alasan untuk lebih mengenal pasangan memang baik, namun ternodai dengan praktiknya yang menghiraukan larangan Allah, maka jelas haram hukumnya melakukan larangan Allah. Yang diharamkan bukanlah pacarannya, akan tetapi metode pelaksanaannya. Untuk apa melakukan pacaran yang hanya sekadar kenikmatan membawa maksiat, kalau ternyata ada metode ta’aruf yang dilanjutkan dengan pernikahan yang nikmat dan sesuai syariat. Pilih mana?

Telah disinggung sedikit penjelasan tentang bab ketujuh mengenai pacaran nikmat namun maksiat dengan menikah yang sesuai syariat. Pada bab kedelapan ini, penulis juga menjelaskan manfaat dari menikah. Apalagi menikah merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW, maka baiknya kita mengikuti sunnah beliau. Begitu banyak keutamaan-keutamaan yang akan didapat setelah menikah, memang menikah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi Allah telah berjanji akan menolong orang-orang yang ingin menikah, asalkan tujuan menikahnya benar bukan sekadar untuk penghalalan zina.

Pada bab terakhir, inilah bab istimewa yang berisikan tentang tips dan trik yang dapat dimanfaatkan oleh muslimah sejati. Dalam bab ini penulis memberikan beberapa trik agar tidak terjebak dalam pacaran yang jelas mendekati zina, tips make up muslimah sejati yang layak tapi tetap kece, tips dan trik untuk memancarkan kecantikan batiniah alias inner beauty, tips dan trik merawat rambut muslimah meski berjilbab rambut tetap harus dirawat, dan masih banyak lagi tips dan trik yang bermanfaat untuk menjadi muslimah yang tidak hanya tahu tentang agama namun juga harus mengetahui tata cara merawat dan menghargai ciptaan-Nya.

Seri pocket book How To Be a True Moslem Girl ini sangat cocok dibaca oleh remaja-remaja muslimah yang pengetahuan dan ilmunya tentang cara menjadi muslimah sejati masih kurang. Dengan membaca buku ini, banyak manfaat yang dapat diambil dan dapat disalurkan kepada remaja muslimah lainnya, khususnya para muslimah yang masih bingung untuk menjadi muslimah sejati, padahal sejatinya untuk menjadi muslimah sejati itu gampang. Penulisan dan bahasa yang digunakan dalam seri pocket book juga menarik. Penulisan dengan huruf yang unik dan bahasa yang terkesan gaul akan mudah menarik pembaca yaitu remaja muslimah untuk membacanya. Substansi dalam buku ini pun tak kalah menariknya, meski hanya sekadar seri pocket book (buku saku) penulis tetap mempertahankan kualitasnya yang tak jauh berbeda dengan buku aslinya. Dalam setiap pernyataan pun penulis mencantumkan ayat Al Qur’an dan hadits yang dapat memperkuat dan mempertegas pernyataannya, dengan begitu pembaca tidak perlu ragu dengan pernyataan yang ada.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Pejabat Non-Muslim Pada Zaman Al-Mu’tadhid Billah