Home / Berita / Internasional / Eropa / Hasil Survey, Keuangan Syariah Cocok Diterapkan di Ekonomi Barat

Hasil Survey, Keuangan Syariah Cocok Diterapkan di Ekonomi Barat

Islamic Bank of Britain, Bank Syariah pertama di Inggris
Islamic Bank of Britain, Bank Syariah pertama di Inggris

dakwatuna.com – London. Dari survei yang dilakukan, warga Inggris percaya sistem keuangan syariah aplikatif untuk semua agama. Mereka juga percaya sistem keuangan syariah cocok digunakan masyarakat ekonomi modern dunia Barat.

Muslim Village, Sabtu (8/2), melaporkan, 300 responden Muslim dan non Muslim yang tersebar di seluruh Inggris disurvey dengan mewawancarai via telepon oleh lembaga survei independen 2Europe pada Agustus 2013. Dua pertiga respon merupakan nasabah Bank Islam Inggris (IBB) baik Muslim maupun non Muslim.

Hasil survei menunjukkan 66 persen responden percaya sistem keuangan syariah cocok untuk masyarakat ekonomi barat seperti Inggris. 65 persen responden paham cara kerja perbankan syariah berbeda dengan cara kerja perbankan konvensional.

60 persen responden setuju perbankan syariah relevan untuk semua agama. 57 responden juga tahu perbankan syariah memberi bagi hasil, bukan bunga.

Hasil survei ini menjadi prospek baik bagi pertumbuhan perbankan syariah di Inggris. IBB memperkirakan ada sekitar satu juta Muslim Inggris yang membutuhkan jasa tabungan syariah.

Menanggapi temuan ini, Direktur Manajemen IBB, Sultan Choudhury, mengatakan, ”10 tahun beroperasi, IBB menjadi bank syariah pertama di Inggris. Hasil ini juga muncul saat sektor keuangan syariah Inggris mulai berkembang, termasuk dengan diluncurkannya instrumen investasi syariah Sukuk akhir tahun lalu.”

29 Oktober 2013, dalam Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF), Perdana Menteri Inggris David Cameron meresmikan instrumen investasi Sukuk untuk warga Muslim Inggris.

Sistem keuangan Islam menawarkan pendekatan perbankan yang berbeda, yang IBB sebut dengan ‘perbankan yang bisa dipercaya’. Operasionalnya pun bebas dari campuran perbankan konvensional, seperti bunga dan produk yang spekulatif. Keuangan Islam berprinsip pada keuangan yang adil, beretika, dan bertanggung jawab sosial. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat telah menggelar Survey Indeks Kualitas Program Siaran Televisi periode-1. (bisnis.com)

KPI: Sinetron dan Infotainment Harus Dibenahi