Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Rindu, Cinta, dan Kamu

Rindu, Cinta, dan Kamu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Rindu,
Semacam gumpalan buih yang melaut luas,
mencair dan membasahi setiap relung di hati.
Semerbak menggetarkan syaraf,
mengisyaratkan pesan sederhana untuk bersua…

Rindu,
Membawa pesan selembut embun yang tak butuh warna untuk menjadikan pagi mencintainya
Mencipta hangat selaksa fajar di setiap terbitnya.

Rindu,
Semesra senja yang menjadikan malam begitu sabar menanti kedatangannya

Dan adalah rindu,
Yang menjadikan semua beban ini meringan,
dan pundak menguat. Menjelma meneguhkan hati yang sempat terkoyak…
Olehmu. Cinta.

Dan karenamu, Cinta…
Aku yang dulu beku kini menghangat hebat
Membersamai tumbuh dan berkembangnya rasa yang ku tanam sendiri, dan akulah yang akan bertanggung jawab atas perasaan yang kuharap bisa dihalalkan, nanti.

Kupahat lembut di pintu hati,
Kubayangkan seseorang yang masuk adalah kamu seorang diri.
Tidak masalah sesiapanya kamu nanti,
Tapi bagaimana aku menujumu, itu jauh lebih berarti.
Kemudian aku membawamu masuk perlahan, ke sini. Di altar sanubariku

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 9,17 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ale Ikhwan Jumali
Mahasiswa tingkat akhir di Universitas Gadjah Mada yang nyambi jadi merbot masjid dan wirausahawan. Suka tantangan dan hal baru.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Geliat Cinta Pejuang

Organization