Home / Narasi Islam / Sosial / Akhlak dan Pemahaman Islam yang Menyeluruh

Akhlak dan Pemahaman Islam yang Menyeluruh

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)
Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)

dakwatuna.comDalam sebuah artikel yang ditulis oleh seorang professor asal jepang tentang fakta orang Indonesia, disebutkan bahwa fakta orang Indonesia antara lain adalah orang Indonesia yang hobi membentuk kepanitiaan, dengan rapat-rapatnya yang sering dan rutin, pun lengkap dengan konsumsinya setiap kali rapat, namun pelaksanaan dari rapat-rapat tersebut yang sering kali tak berjalan. Dalam artikel itu pula disebutkan orang Indonesia yang memilih prinsip “kalau bisa dikerjakan nanti, besok, kapan-kapan, kenapa harus dikerjakan sekarang”. Satu lagi fakta tentang orang Indonesia yang sulit sekali turun ke lapangan.

Artikel tersebut menjadi sebuah tamparan bagi kita yang mengaku sebagai orang Indonesia. Orang Indonesia yang mayoritas muslim tetapi bertolak belakang dengan fakta yang tertulis di artikel tersebut. Fakta-fakta yang disampaikan berkaitan dengan. Akhlak itu sendiri adalah buah dari keimanan dan ibadah. Iman yang rapi, ibadah yang baik, maka akan menghasilkan akhlak yang mulia.

Dalam QS. Ali-Imran ayat 159 Allah memberikan panduan kepada kita untuk bersikap terhadap perbedaan yang ada. Memang seharusnya umat Islam tak saling berbeda dalam memandang urusan beragama. Tidak ada istilah perbedaan adalah rahmat. Karena sejatinya bermula dari berbeda maka dapat berujung kepada perpecahan. Tetapi dalam ayat ini, Allah ingin memandu kita bersikap yang baik terhadap perbedaan yang ada. Seorang penyeru kebaikan atau lebih lazim disebut dai, sebaiknya bersikap lemah lembut, memaafkan, dan bermusyawarah. Akibat dari berhati keras adalah pihak-pihak yang memilih jalan berbeda dari kita justru akan menjauh dan semakin kecil kesempatan untuk dapat kita dakwahi.

Kembali kepada ideology Islam yang sempurna dan menyeluruh. Dalam Islam tidak ada pemisahan antara agama dengan kehidupan manusia. Antara ibadah ritual dengan prinsip hidup saling berhubungan. Tetapi tidak dengan orang-orang sekuler yang memisahkan keduanya, menganggap agamanya hanyalah ibadah ritual antara seorang hamba beragama dengan Tuhannya. Agama adalah urusan pribadi masing-masing orang dan tak berhak dicampuri dan mencampuri urusan lainnya.

Konsep Islam yang komprehensif ini bisa tercemari oleh minimnya pemahaman akan Islam yang sesungguhnya. Oleh karena itu, urusan memperbaiki pemahaman menjadi lebih utama dari kurangnya keikhlasan menjalankan ibadah. Menjadi cerdas dan paham landasan dalam berbuat menjadi sesuatu yang sangat penting dan utama untuk dipenuhi terlebih dahulu dari urusan hati. Karena jika pemahaman telah lahir dalam benak setiap orang beriman, maka keikhlasan dalam hatipun akan menyertai.

Urusan pemahaman ini pun didukung oleh firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 269. Dalam ayat tersebut Allah berfirman bahwa Allah memberikan hikmah kepada mereka yang telah dikehendaki. Hikmah yang dimaksud di sini adalah pemahaman yang mendalam akan Al-Quran dan As-Sunnah, pemahaman yang menyeluruh akan Islam. Ulil Albab yang disebutkan di ayat tersebut adalah orang-orang yang mampu mengoptimalkan kemampuan akalnya, karena tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak berakal atau tidak menggunakan akalnya.

Menggunakan akal di ayat tersebut pun didukung dengan banyaknya berdzikir atau mengingat zat pencipta akal, Allah Azza Wajalla. Tidak sedikit orang yang tergelincir dalam menggunakan dan mengoptimalkan akalnya, karena minimnya ia berdzikir, karena tak seimbangnya ia menggunakan akalnya.

Sejatinya seseorang yang baik agamanya, yang kuat ibadahnya, yang banyak berbicara soal agama, adalah mereka yang menjaga persatuan umat ini. Bukan sebaliknya yang lebih banyak menyalahkan orang lain yang sedikit berbeda dalam beribadah, yang sedikit lain dalam berpendapat. Karena agama ini ada untuk mempersatukan, bukan untuk memecah belah.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Hanan Tsabitah
Pelajar.

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini