Home / Berita / Nasional / Jilbab Dilindungi UUD, Tak Seharusnya Seragam Dimasalahkan

Jilbab Dilindungi UUD, Tak Seharusnya Seragam Dimasalahkan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah (Foto: kabarpks.com)
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah (Foto: kabarpks.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Hari jilbab sedunia yang diperingati 1 Februari menjadi momen semakin terbukanya semangat berjilbab di kalangan Muslimah di dunia. Di Indonesia, Muslimah berjilbab tak selaiknya lagi dipermasalahkan karena jelas dilindungi Undang-undang Dasar.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah, mengungkapkan aturan jilbab di semua institusi tinggal mengimplementasikan apa yang sudah ditetapkan dalam UUD.  Misal jilbab polwan yang ia pandang harusnya bisa sederhana sebagai kebebasan beragama.

Dalam telegram Wakapolri, Ledia melihat tidak ada alasan yang jelas jika hanya mengatakan belum ada aturan dan dana belum dianggarkan. Yang pertama perlu dilakukan adalah menentukan dulu aturannya.

Sementara anggaran, ia mengatakan bisa diselesaikan tidak harus dari APBN. Ia yakin Polwan bisa menyesuaikan. ‘’Jika mau, ini bisa cepat diselesaikan di internal Polri. Tidak usah lama-lama, nanti polemiknya berkepanjangan,’’ tutur Ledia, Senin (3/2),

Begitu juga aturan seragam sekolah. Aturan sekolah tidak boleh bertentangan dengan UUD. Boleh saja pemerintah daerah membuat aturan seragam lokal. Namun tetap, siswi berkerudung diperbolehkan dan dibuatkan aturannya sehingga jika siswi berkerudung juga harus seragam, sudah ada acuannya.

‘’Sebenarnya tidak rumit. Tetapkan saja oleh sekolah, bagaimana  seragam untuk yang berjilbab,’’ kata dia. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 7,79 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Rizky Aeza

    Jilbab kan sudah ada pondasi tersendiri di dalam UUD, jadi tidak dapat ditanggalkan begitu saja tentunya

Lihat Juga

Anggota Komisi III DPR RI, Al Muzzammil Yusuf. (IST)

Suara Takbir Bergemuruh di Paripurna DPR, Ada Apa?