Home / Berita / Daerah / Gubernur Jabar Minta Pemilik Lahan Tak Jual Asetnya

Gubernur Jabar Minta Pemilik Lahan Tak Jual Asetnya

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan,Lc
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan,Lc

dakwatuna.com – Bandung. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta agar masyarakat tidak menjual lahannya yang terkena pembebasan proyek pemerintah maupun non-pemerintah. Menurutnya, ini sesuai UU Pertanahan yang baru.

“Kita mendorong agar lahan yang terkena proyek tidak dijual tapi diikutsertakan sebagai saham proyek tersebut,” katanya, Minggu (2/2/2014).

Menurutnya saat ini banyak para petani pemilik lahan menjual lahan dengan iming-iming ganti rugi yang besar. Setelah sawah atau lahan terjual, mereka pergi ke kota namun saat menemui kegagalan mereka kembali ke desa. “Biasanya orang yang jual lahan semahal apapun nantinya akan jatuh miskin,” katanya.

Pihaknya mengaku sejalan dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk khususnya di daerah perkotaan, maka kebutuhan lahan untuk tersedianya infrastruktur perumahan yang layak huni dan terjangkau makin tinggi.

Menurutnya, hal ini telah menjadi salah satu isu strategis pembangunan yang perlu mendapat prioritas perhatian semua pihak. “Apalagi Jawa Barat merupakan kawasan dengan penduduk terbesar sehingga perhatian Pusat pun harus proporsional ke Jawa Barat,” katanya.

Di sisi lain, Heryawan mengatakan Pemprov sudah melakukan upaya pengurangan backlog dengan membuat program renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu).

Menurutnya, program bedah rumah warga miskin di Jabar pada 2012 menyentuh 7.500 KK. Pada 2013, program menyasar 10.000 unit, belum termasuk tambahan 22.000 unit yang dibiayai pemerintah pusat.

Menurutnya, pemerintah akan juga fokus pada pengurangan backlog masyarakat miskin. Untuk mencapai target perbaikan 100.000 unit rumah warga miskin selama masa jabatan kedua Ahmad Heryawan (2013-2018), Pemprov Jabar menarget renovasi 20.000 rumah warga miskin pada 2014. (bisnis/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • kandra wilko

    idenya menarik.. jika masyarakat yang terkena gusuran justru mendapatkan saham dari proyek atau bahkan bangunan seperti hotel atau apartemen tentu kesejahteraannya jadi meningkat bkn hilang sama sekali.

Lihat Juga

Aher Ungkap Tiga Sektor Penyumbang PDRB Terbesar di Jabar