Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mengakui Adanya Tuhan Tapi Banyak Manusia Tidak Mau Terikat dengan Aturan Tuhan

Mengakui Adanya Tuhan Tapi Banyak Manusia Tidak Mau Terikat dengan Aturan Tuhan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi (inet)
ilustrasi (inet)

dakwatuna.comBismillah…

Manusia hidup dengan serba kemudahan, serba teknologi dan segala diukur dengan uang. Atas uang manusia rela mengabaikan aturan Tuhan. Demi uang manusia rela membabi buta dan menghilangkan rasa kasih. Dengan uang merasa bumi dan seisinya bisa kita belikan dengan uang. Bahkan dengan uang manusia begitu sombong berlagak legok. Kemudian dengan uang manusia gadaikan ketuhanan pada makhluk Allah.

Mari melihat lingkungan di sekitar kita, mari melihat keluarga kita, dan mari melihat kolega kita mempercayai adanya Tuhan. Namun sayang rata-rata mereka mengakui adanya Tuhan tapi tidak mau terikat dengan aturan yang telah Allah tetapkan pada hamba-Nya. Seakan-akan keberadaan Tuhan hanya berlaku pada momentum tertentu misalnya ketika beribadah, ketika ada keinginan dan ketika tertimpa musibah. Setelah lenyapnya cobaan Tuhan kita singkirkan dalam hidup.

Seakan-akan manusia memisah agama dalam kehidupan mereka. Lebih parahnya lagi ada manusia tidak meyakini adanya Tuhan, tidak meyakini keagungan Tuhan dan tidak meyakini bahwa Allah yang menciptakan bumi dan seisinya serta tidak membutuhkan keberadaan Allah. Na’udzubillah Mindzaliq.

Baru segelintir Allah sisipkan kehebatan pada kita kita sudah sombongnya minta ampun, baru setetes Allah berikan rezki kita sibuknya sudah minta ampun bahkan melupakan kewajiban kita pada-Nya. Dan baru sebentar Allah memuliakan kita dengan jabatan maupun ilmu sudah berani melupakan Tuhan serta menzhalimi dengan sesama.

Ketika manusia mempercayai adanya Allah tapi tidak mau terikat dengan aturan Allah akan melahirkan pribadi-pribadi kehausan dengan dunia tanpa batas, menjauhi manusia jauh dari ketenangan, menjadi manusia rakus, menjadi manusia tak pernah bersyukur. Begini dampak manusia tidak mau terikat dengan aturan dengan janji Tuhan. Belum lagi akan menimbulkan penyakit-penyakit mematikan misalnya penyakit HIV/AIDS sebab mereka tidak mau mengaplikasikan aturan Tuhan seperti Allah jelaskan jangan pernah kalian mendekati zina apalagi melakukannya maka akan timbullah penyakit batiniah dan penyakit social lainnya. Sehingga barang haram dilaprak, dikonsumsi dan dikoleksi. Padahal barang haram itu sangat tidak disukai oleh Tuhan.

Akan indah jika setiap hidup, setiap tindakan, setiap keputusan, setiap permasalahan selalu ditauti dengan Aturan cinta Allah. Insya Allah akan membawa keberkahan terutama ketenangan jiwa, kecemerlangan pikiran, wajah penuh cahaya Ilahi dan surge pasti sudah menanti.

Naaahhhh!!! Masihkah kita mengakui adanya Tuhan tapi tidak mau terikat dengan aturan-Nya. Jika mengakui ada Tuhan maka apapun aturan ditetapkan harus diikuti walaupun begitu berat bagi kita. Pada hakikinya kebaikan dan pahala itu sungguh berat untuk dijalankan. Karena surga hanya bisa dimasuki oleh manusia-manusia yang sudah berat menjalankan aturan-Nya bukan mereka yang melanggarkan aturan-Nya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar

Lihat Juga

Konvoi bantuan kemanusiaan menembus Aleppo. (islamtoday.net)

Alhamdulillah, Bantuan Kemanusiaan Akhirnya Dapat Masuk Aleppo

Organization